TAP Siagakan 585 Personel dan Teknologi Deteksi Dini untuk Cegah Karhutla Sepanjang Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:17:00 WIB

BERITAKINI.CO.ID — Kesiapsiagaan itu dibangun sepanjang tahun, tidak hanya saat musim kemarau tiba. General Manager Region Kalteng dan Sumatera PT Triputra Agro Persada Tbk, Japatar Banjarnahor, mengatakan struktur organisasi penanggulangan karhutla telah disiapkan di setiap estate dan diperkuat dengan pelatihan serta simulasi rutin.

Faktor Manusia dan Tantangan di Lapangan

Japatar menyebut aktivitas pembukaan lahan untuk permukiman dan pertanian, kebiasaan membakar, hingga kelalaian menjadi pemicu utama kebakaran. Di sejumlah wilayah, api juga bisa muncul secara tidak sengaja dari aktivitas masyarakat yang mencari ikan atau hasil alam di kawasan yang mengering.

"Faktor manusia, kebutuhan lahan, permukiman, pertanian, kebiasaan dan perilaku membakar, pembukaan lahan, kecemburuan sosial," ujarnya Rabu (26/8/2026).

Selain faktor manusia, kondisi cuaca dan akses menuju lokasi turut menjadi kendala. Musim kemarau, angin kencang, lokasi yang jauh dari akses jalan, dan medan yang berat dapat memperlambat proses penanganan di lapangan.

Kolaborasi dengan Manggala Agni sejak 2016

Untuk meningkatkan kapasitas personel, GBSM menjalin kerja sama pelatihan dengan Manggala Agni sejak 2016 hingga saat ini. Personel yang disiagakan terdiri dari satgas di tingkat estate, regu inti, dan regu pendukung yang tersebar di wilayah operasional perusahaan.

"Pengendalian karhutla adalah tanggung jawab yang tidak bisa dipikul sendiri. Menuntut sinergi semua pihak, pemerintah, pemegang izin atau perusahaan, dan masyarakat," kata Japatar.

Menurutnya, kebakaran bukan hanya ancaman bagi perusahaan, tetapi juga ekosistem, kesehatan masyarakat, transportasi, hingga ketersediaan sumber air. Karena itu, pengendalian karhutla membutuhkan kesiapan dan kolaborasi berbagai pihak, tidak bisa dilakukan hanya ketika api sudah muncul.

Terkini