Tol Layang Harbour Road 2 Jakarta Setinggi 38 Meter Dirancang Anti Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 | 14:55:01 WIB
Ilustrasi Proyek Tol Layang Harbour Road 2.(Sumber:NET)

JAKARTA - Indonesia kini memiliki proyek jalan tol melayang (elevated) tertinggi melalui pembangunan Jalan Tol Harbour Road II untuk jalur Ancol Timur menuju Pluit. Struktur infrastruktur ini dirancang tepat di atas koridor Tol Sedyatmo yang sudah beroperasi sebelumnya.

Hadir dengan struktur melayang bertingkat pada ketinggian 38 meter, Harbour Road II memegang predikat tol melayang paling tinggi di wilayah Jakarta, mengungguli Tol Layang MBZ yang berada di ketinggian 15 meter. Laju pengerjaan fisik proyek telah menyentuh angka 44,12%, sementara proses pembebasan lahan terdata berada di angka 77%.

Pencapaian pekerjaan saat ini berada pada tingkat 44,12% seiring dengan ketersediaan lahan dari proses UGK yang dilaporkan mencapai 77%. Walau pembebasan tanah tercatat 77%, area efektif yang siap dikerjakan oleh tim kontraktor di lapangan sudah mencapai 81,55%.

Pengembangan kawasan Jalan Tol Harbour Road II ini menelan total dana investasi hingga Rp15,08 triliun dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2028. Pembangunan jalan bebas hambatan ini ditujukan untuk mengurai tumpukan kendaraan di ruas Tol Harbour Road I serta memangkas kemacetan padat di koridor utara Jabodetabek.

Kehadiran jalan tol ini turut diproyeksikan dapat menyerap arus kendaraan bertonase besar dari wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Akses armada logistik yang kerap memadati sepanjang Jalan Martadinata menuju Pluit diharapkan terurai optimal sekaligus memperlancar kelancaran lalu lintas menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Rancangan arsitektur dan skema konstruksi bertingkat menjadi keunikan tersendiri dari pengerjaan Tol Harbour Road II Ancol Timur - Pluit. Jalur tol sepanjang 9,7 Km ini dibuat dengan spesifikasi konfigurasi 2x3 lajur serta batas kecepatan kendaraan mencapai 80 km per jam.

Jalan tol ini dirancang memiliki ketahanan tinggi dari risiko guncangan gempa bumi hingga periode 1.000 tahun. Seluruh penerapan teknologi material maupun pengerjaan konstruksinya memanfaatkan 100% karya industri dalam negeri.

Pembangunan Harbour Road II merupakan sebuah impian lama sebab posisinya berada tepat di atas struktur tol yang telah ada. Jika sebelumnya menggunakan konsep single-decker, kini berkembang menjadi double-decker

Seluruh pengerjaan direalisasikan oleh anak bangsa tanpa melibatkan pihak asing, serta tidak membebani APBN. Harapannya para pekerja terus memperoleh dukungan penuh dari pihak pemerintah seperti Bina Marga, BPJT, dan KSP agar mampu memberikan hasil pengerjaan terbaik dengan ketahanan struktur anti gempa mencapai skala 1.000 tahun.

Terkini