JAKARTA - Pihak kepolisian berhasil membongkar aksi komplotan perampok bersenjata tajam yang mengincar nasabah koperasi di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.Para pelaku ternyata sudah tiga kali melancarkan aksi kejahatan serupa.
"Dari hasil keterangan yang disampaikan oleh para Tersangka, mereka sudah melakukan sebanyak tiga kali pencurian dengan kekerasan dengan modus yang sama di wilayah Bekasi Kabupaten, Bekasi Kota, kemudian Jakarta Timur," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Para pelaku tidak mengenal korbannya.Pada insiden yang terakhir, pelaku membuntut korban dari bank sebelum akhirnya melancarkan perampokan.
"Nggak (saling mengenal), itu pelaku acak. Jadi dia melihat di bank, kemudian dia ikutin, baru dia eksekusi," ujarnya.
Aksi perampokan itu berlangsung pada Rabu (5/8) di siang hari hingga mendadak viral di media sosial.Di dalam rekaman video yang beredar, korban yang mengendarai sepeda motor mulanya hendak berhenti di sebuah lapak.
Sebelum sempat memarkirkan kendaraannya, korban tiba-tiba diserang oleh dua pria yang membawa senjata tajam.Kedua pelaku melayangkan sabetan ke tubuh korban berkali-kali hingga korban menabrak gerobak dan hampir terjatuh.
Pelaku kemudian merampas tas milik korban dan melarikan diri dari tempat kejadian.Beberapa warga di lokasi tampak terkejut.Terlihat pula seorang perempuan bergegas menyelamatkan anak kecil yang sedang makan di tempat itu saat perampokan berlangsung.
Sebelumnya, kepolisian meringkus enam orang pelaku perampokan bersenjata tajam yang mengincar pegawai koperasi di Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Dua orang pelaku di antaranya sempat melancarkan perlawanan sewaktu hendak diciduk.Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menerangkan bahwa pihaknya mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak pelaku yang melawan.
"Terhadap dua orang pelaku, karena keduanya melakukan perlawanan pada saat dilakukan penangkapan, maka kami melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kedua tersangka tersebut," kata Iman.
Saat ini, seluruh pelaku yang berjumlah enam orang telah mendekam di sel tahanan Polda Metro Jaya.Berdasarkan hasil penyidikan, komplotan tersebut diketahui sudah berulang kali menjalankan aksi mereka di pelbagai wilayah.