MALANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang melaksanakan tes urine secara acak untuk Warga Binaan sebagai bentuk deteksi dini penyalahgunaan narkotika, Senin (27/7).
Langkah ini menjadi bentuk upaya untuk menjaga lingkungan Pemasyarakatan agar tetap bersih dari peredaran narkoba.Pemeriksaan tersebut dijalankan oleh petugas kesehatan yang bertugas sesuai prosedur yang berlaku.
Beberapa Warga Binaan dipilih secara acak untuk mengikuti tes urine demi memastikan kondisi lingkungan Lapas tetap aman, sehat, serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif dari narkoba.
Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, Putu Aryanthi, menyampaikan bahwa tes urine ini merupakan tindakan preventif yang dilaksanakan secara berkala guna mendukung Program Pemasyarakatan Bersih dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Zero Halinar).
"Tes urine ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan langkah deteksi dini agar kami dapat memastikan lingkungan Lapas benar-benar bersih dari peny]alahgunaan narkoba. Dengan lingkungan yang aman dan sehat, proses pembinaan dapat berjalan secara maksimal," ujar Putu.
Putu menambahkan bahwa pengawasan bakal terus dijalankan secara konsisten melalui bermacam langkah preventif maupun represif.
Pada kesempatan yang sama, seorang Warga Binaan berinisial A mengaku mendukung penuh pelaksanaan tes urine yang diadakan secara rutin tersebut.
Menurut A, kegiatan ini menghadirkan rasa aman sekaligus menjadi pengingat untuk seluruh Warga Binaan dalam menjalani masa pidananya secara baik.
"Kami mendukung adanya tes urine seperti ini karena membuat kami merasa lingkungan di dalam Lapas lebih aman. Kami juga semakin termotivasi untuk fokus mengikuti seluruh program pembinaan dan memperbaiki diri agar siap kembali ke masyarakat," ungkap A.