JAKARTA - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan memperluas area pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Perairan Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (15/7).
"Kami kembali memperluas area pencarian menjadi 448 mil laut (nautical mile/MN) persegi. Seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara maksimal dengan membagi sektor pencarian agar proses penyisiran lebih efektif," kata Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar melalui keterangannya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Operasi SAR memasuki hari keempat dengan melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, Pos SAR Selayar, kapal nelayan, serta sejumlah instansi terkait.
Pencarian dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana untuk menyisir sektor pertama seluas 140 NM persegi di sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang.
Sementara itu, SRU 2 mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya 104 untuk melakukan pencarian di sektor kedua seluas 308 NM persegi yang mencakup perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar.
"Kami juga terus memperhitungkan faktor cuaca, arah angin, dan arus laut sebagai dasar penentuan area pencarian," kata Arif, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada hari keempat operasi, dari total 78 orang yang tercatat berada di KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, sedangkan 25 orang lainnya masih dalam pencarian.
"Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam upaya menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang, dan juga hari ini KN Pacitan dari Kendari juga turut membantu pencarian, mohon doanya" ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan operasi SAR hari keempat mendapat tambahan dukungan armada dan personel dari Kantor Basarnas Kendari serta Maumere.
Tambahan kekuatan tersebut berupa KN SAR Pacitan dari Kantor Basarnas Kendari dengan 28 personel serta KN SAR Puntadewa dari Kantor Basarnas Maumere yang membawa 15 personel.
Kedua kapal SAR itu dikerahkan untuk memperkuat unsur laut dalam operasi pencarian terhadap 25 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Dukungan dari dua kantor Basarnas tersebut menjadi bentuk sinergi nasional untuk mempercepat proses pencarian.
"Dukungan ini akan semakin memperkuat kemampuan kami dalam melakukan penyisiran di wilayah pencarian yang cukup luas. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi, terutama mempertimbangkan dinamika arus laut, arah angin, dan kondisi cuaca di Perairan Selayar," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain itu, evaluasi terus dilakukan terhadap pola pencarian dengan mengacu pada data pergerakan arus dan kondisi meteorologi.
Dukungan dua kapal SAR beserta personelnya diharapkan mampu mengoptimalkan pembagian sektor pencarian sehingga setiap area prioritas dapat dijangkau secara maksimal.
Berdasarkan laporan pencarian hari ini, tim SAR gabungan masih belum menemukan korban tambahan. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu (19/7) pagi dengan menyisir pulau kosong yang tidak berpenghuni di sekitar wilayah Pulau Sabalana.
Selain itu, operasi SAR mendirikan tiga posko, yakni Posko Makassar, Posko Selayar, dan Posko Jampea sebagai pusat informasi.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa 78 penumpang.
Kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan pada posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 NM dari Pelabuhan Benteng Selayar.