Penyebab Ledakan Beruntun Kebakaran Gudang di Kalideres Terungkap

Selasa, 12 Mei 2026 | 16:14:44 WIB
Kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (FOTO: NET)

JAKARTA - Insiden ledakan berulang saat kebakaran melanda deretan gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (11/5) malam diperkirakan muncul dari tumpukan botol zat kimia dan tabung gas di lokasi.

Syaiful Kahfi selaku Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat menyebutkan bahwa botol-botol tersebut meledak setelah tersulut api di tengah kobaran.

"Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan," kata Syaiful kepada wartawan di lokasi Senin malam.

Menurut Syaiful, rentetan ledakan itu membuat botol-botol terlempar ke udara hingga personel Damkar mewaspadai adanya risiko gas beracun pada kepulan asap.

Alhasil, para petugas diwajibkan menggunakan masker pernapasan khusus ketika berjibaku memadamkan api secara manual.

"Kalau dilihat, banyak lontaran-lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kami belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan," kata Syaiful.

Di samping masalah zat kimia yang berisiko, tim pemadam juga sempat mengalami hambatan akibat terbatasnya akses pasokan air ke titik api.

"Walaupun ada hambatan terkait pasokan air, mudah-mudahan tidak tersendat lagi, karena kami hanya punya satu jalur suplai air di sisi selatan," ujar Syaiful.

Meski begitu, belum ada kepastian apakah area gudang yang dilahap api tersebut merupakan satu area yang sama atau dimiliki oleh beberapa pihak berbeda.

Syaiful menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan laporan terkait adanya korban meninggal maupun luka dalam kejadian tersebut.

"Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," papar Syaiful.

Berdasarkan situasi di lapangan pukul 21.30 WIB, kepulan asap masih terlihat membubung tinggi meski kobaran api sudah mulai mengecil.

Suara dentuman disertai kilatan cahaya yang diduga bersumber dari arus pendek listrik pun masih nampak keluar dari bangunan yang terbakar.

Tags

Terkini