Menteri Bahlil Tunda Royalti Tambang demi Formulasi yang Adil

Menteri Bahlil Tunda Royalti Tambang demi Formulasi yang Adil
Mentri ESDM Bahlil Lahadalia (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menangguhkan pemberlakuan royalti tambang bagi komoditas tembaga, nikel, timah, emas, serta perak demi menyusun skema yang lebih tepat.

“Setelah mendengar masukan dari publik dan teman-teman pengusaha, maka ini saya akan pending untuk membangun formulasi yang baik, yang saling menguntungkan,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin.

Menurutnya, aturan baru mengenai royalti tambang tersebut akan diusahakan agar menjadi formula yang memberikan keuntungan bagi negara sekaligus pelaku usaha.

Ia juga menjelaskan bahwa agenda dengar pendapat pada 8 Mei 2026 mengenai usulan perubahan tarif royalti komoditas tersebut hanyalah tahap sosialisasi dan bukan keputusan final.

“(Target Juni) masih kami pikirkan lagi. Andaikan pun itu harus mencari formulasi yang ideal, yang tidak boleh merugikan pengusaha tetapi juga pendapatan negara juga bisa kami optimalkan,” ucap Bahlil.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terpantau melemah 9,46 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.959,94 pada Senin pagi.

Analis Ekuitas PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menyebutkan bahwa gerak IHSG ke depan akan banyak dipengaruhi sentimen geopolitik global dan regulasi tarif royalti.

Hari menilai kebijakan ini sebelumnya dianggap serius karena sempat ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026.

Dilihat dari jenis komoditasnya, emas mengalami kenaikan tarif batas bawah yang sangat drastis secara persentase hingga menyentuh angka 100 persen.

Situasi tersebut dianggap memberi tekanan spontan mengingat harga emas di pasar global saat ini masih bertahan di level yang tinggi.

Adapun timah menjadi komoditas yang terdampak paling berat lantaran kenaikan tarif diterapkan pada kedua ujung rentang royalti secara bersamaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index