Kenapa Menggesekkan Kaki Sebelum Tidur Bisa Menenangkan Tubuh?

Selasa, 07 April 2026 | 11:10:11 WIB
Kenapa Menggesekkan Kaki Sebelum Tidur Bisa Menenangkan Tubuh?

JAKARTA - Menjelang waktu tidur, tubuh biasanya mencari cara untuk mencapai kondisi rileks. Tanpa disadari, sebagian orang memiliki kebiasaan kecil yang dilakukan berulang, salah satunya menggesekkan kedua kaki. 

Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah dan berkaitan dengan cara tubuh merespons rasa tidak nyaman.

Fenomena ini dikenal dengan istilah cricketing, yaitu gerakan menggesekkan kaki seperti jangkrik. Meski pada manusia tidak menghasilkan suara, sensasi yang ditimbulkan justru memberikan rasa tenang dan nyaman. 

Banyak orang menganggap kebiasaan ini aneh, padahal dalam banyak kasus, hal tersebut merupakan respons alami tubuh terhadap stres atau ketegangan.

Kebiasaan ini bahkan sering kali terjadi tanpa disadari, terutama saat seseorang sedang berusaha untuk tidur. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di balik perilaku ini?

Kebiasaan Cricketing Dan Respons Tubuh Terhadap Stres

Secara sadar atau tidak, beberapa orang terbiasa menggesekkan kaki sebelum tidur. Kebiasaan yang disebut cricketing ini bukan tanpa alasan. Berikut penjelasannya.

Ada perasaan tenang saat kaki dapat beradu atau saling gesek. Rupanya ini bukan sesuatu yang aneh. Disebut cricketing, kebiasaan berupa menggesekkan kedua kaki secara berulang seperti perilaku jangkrik.

Jangkrik menghasilkan suara khas saat menggesekkan kedua kaki mereka. Namun pada manusia, tak ada suara yang dihasilkan tapi ada ketenangan, kenyamanan fisik, dan penurunan kecemasan.

"Ketika seseorang mengalami peningkatan tingkat ketidaknyamanan, yang mengimbangi tingkat dasar mereka, perilaku berulang adalah respons umum untuk mengurangi kecemasan atau stres dari ancaman yang dirasakan," kata Sydelcis Mendez mengutip dari Skimm.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa cricketing merupakan bentuk mekanisme alami tubuh dalam mengatasi stres. Gerakan berulang seperti ini membantu menenangkan sistem saraf sehingga tubuh lebih siap untuk beristirahat.

Peran Gerakan Berulang Dalam Mengatur Emosi

Selain sebagai respons terhadap stres, gerakan seperti menggesekkan kaki juga berfungsi sebagai pengatur emosi. Aktivitas ini memberikan efek menenangkan yang mirip dengan kebiasaan lain seperti mengayunkan kaki atau menggoyangkan tubuh secara ringan.

Psikolog tidur Jade Wu menjelaskan bahwa gerakan seperti ini dapat menjadi cara tubuh untuk menenangkan diri, terutama pada individu dengan kondisi tertentu.

Jade Wu, psikolog tidur, berkata menggerakkan kaki seperti jangkrik bisa jadi pengatur emosi atau perilaku menenangkan diri terutama pada mereka yang memiliki autisme dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Dalam konteks ini, cricketing tidak hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga bagian dari strategi tubuh untuk menjaga keseimbangan emosional. Gerakan kecil tersebut dapat membantu mengurangi ketegangan yang mungkin tidak disadari oleh individu.

Dengan kata lain, tubuh memiliki cara tersendiri untuk mengatasi rasa gelisah, dan cricketing adalah salah satu bentuknya.

Kaitan Dengan Sindrom Kaki Gelisah

Meski umumnya tidak berbahaya, kebiasaan menggesekkan kaki juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Salah satunya adalah sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome.

Kemudian bisa juga kebiasaan menggesekkan kaki di malam hari jadi salah satu gejala sindrom kaki gelisah. Menurut Wu, sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome) termasuk gangguan neurologis yang mendorong orang menggerakkan kaki disertai rasa kencang, kesemutan, tarikan, atau nyeri di kaki.

"Ini biasanya terjadi di malam hari, dan menggerakkan atau menggesekkan kaki meredakan sensasi tersebut. Ini sering dianggap sebagai gangguan terkait tidur karena cenderung mengganggu tidur," jelas Wu mengutip dari Health.

Dalam kondisi ini, gerakan kaki bukan hanya kebiasaan, melainkan respons terhadap sensasi tidak nyaman di tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan apakah kebiasaan tersebut disertai gejala lain seperti nyeri atau kesemutan.

Jika gejala tersebut muncul dan mengganggu kualitas tidur, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah Kebiasaan Ini Berbahaya Bagi Kesehatan

Apa cricketing berbahaya?

Sejauh ini, belum ada bukti bahwa cricketing membahayakan tubuh. Kebiasaan ini dapat dilihat sebagai perilaku positif atau netral karena memiliki lebih banyak efek positif ketimbang negatif.

Menggesekkan kedua kaki dapat membantu menenangkan sistem saraf, meningkatkan perasaan rileks, dan dapat menenangkan diri.

Terapis pernikahan dan keluarga Jennifer Worley mengatakan cricketing tidak merugikan terutama saat tidak menimbulkan rasa sakit atau mengganggu kualitas tidur.

"Jika seseorang merasa tindakan tersebut menenangkan dan tidak mengganggu tidur mereka atau tidur orang lain, kemungkinan besar tidak berbahaya," kata Worley.

Dengan demikian, kebiasaan ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Selama tidak menimbulkan gangguan, cricketing justru bisa menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh mencapai kondisi rileks sebelum tidur.

Pada akhirnya, setiap orang memiliki kebiasaan unik dalam mempersiapkan diri untuk tidur. Selama kebiasaan tersebut tidak berdampak negatif, hal itu bisa dianggap sebagai bagian dari mekanisme alami tubuh dalam menjaga keseimbangan fisik dan emosional.

Menggesekkan kaki sebelum tidur mungkin terlihat sepele, tetapi di baliknya terdapat proses biologis yang membantu tubuh beradaptasi dengan stres dan ketegangan. Memahami hal ini dapat membantu kita lebih mengenal bagaimana tubuh bekerja dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Terkini