RUPST Cinema XXI

RUPST Cinema XXI Ketok Dividen Tunai Dan Rombak Pengurus

RUPST Cinema XXI Ketok Dividen Tunai Dan Rombak Pengurus
RUPST Cinema XXI Ketok Dividen Tunai Dan Rombak Pengurus

JAKARTA - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI resmi menetapkan pembagian dividen tunai sekaligus melakukan perubahan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025.

Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda penting yang mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham dan penguatan tata kelola perusahaan di tengah ekspansi bisnis yang terus berjalan.

Rapat yang digelar pada Senin di Jakarta itu menyetujui distribusi dividen tunai sebesar Rp980 miliar atau setara Rp12 per saham. 

Nilai tersebut mencakup dividen interim sebesar Rp5 per saham yang telah dibayarkan pada 28 November 2025, sementara sisa dividen sebesar Rp7 per saham dijadwalkan dibayarkan pada 28 April 2026. 

Kebijakan ini memperlihatkan langkah perseroan yang tetap agresif dalam memberikan imbal hasil kepada investor meski industri hiburan terus menghadapi tantangan dinamika konsumsi masyarakat.

Selain memutuskan pembagian dividen, RUPST juga menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali atau treasury shares kepada pemegang saham melalui mekanisme distribusi proporsional. 

Langkah ini menjadi perhatian pasar karena memberikan tambahan manfaat bagi pemegang saham di luar dividen tunai. Di sisi lain, rapat juga merestui perubahan jajaran komisaris dan direksi setelah adanya pengunduran diri salah satu Komisaris Independen.

Di tengah keputusan korporasi tersebut, Cinema XXI juga menegaskan fondasi bisnisnya yang masih bertumbuh. Sepanjang tahun buku 2025, perseroan mencatat pendapatan Rp5,9 triliun, laba bersih setelah pajak Rp776,2 miliar, serta EBITDA Rp1,8 triliun. 

Dengan kinerja tersebut, CNMA tetap menunjukkan daya tahan bisnis di sektor bioskop, sekaligus memperkuat langkah ekspansi jaringan layar lebar ke berbagai wilayah di Indonesia.

RUPST Setujui Dividen Tunai Jumbo Untuk Pemegang Saham

RUPST PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp980 miliar atau Rp12 per saham. 

Angka ini menjadi salah satu keputusan utama dalam rapat tahunan yang disambut positif karena mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga return bagi para investor.

Dari total dividen tersebut, Rp5 per saham sebelumnya telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 28 November 2025. Dengan demikian, pemegang saham masih akan menerima sisa dividen sebesar Rp7 per saham yang dijadwalkan dibayarkan pada 28 April 2026. 

Skema ini menegaskan bahwa perusahaan telah menjalankan distribusi keuntungan secara bertahap sesuai kebijakan yang ditetapkan.

Dividen tunai itu terdiri dari Rp8,63 per saham yang bersumber dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan 99,98% laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Selain itu, terdapat tambahan Rp3,37 per saham yang dialokasikan dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.

Struktur pembagian ini menunjukkan bahwa CNMA tidak hanya mengandalkan laba tahun berjalan, tetapi juga memanfaatkan akumulasi laba ditahan untuk memperkuat nilai distribusi kepada pemegang saham. 

Kebijakan tersebut menandakan posisi kas dan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan operasional perusahaan ke depan.

Treasury Shares Dibagikan Dan Susunan Pengurus Dirombak

Selain mengetok dividen, RUPST juga menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali atau treasury shares melalui mekanisme distribusi proporsional kepada pemegang saham. 

Rasio pembagian yang ditetapkan adalah 50:1, artinya setiap pemegang 50 lembar saham CNMA akan menerima 1 lembar saham treasury.

Distribusi saham treasury tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 April 2026. Kebijakan ini menjadi langkah korporasi yang cukup menarik karena memberi tambahan manfaat non-tunai kepada pemegang saham, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan saham hasil buyback yang sebelumnya dimiliki perseroan.

Di luar agenda pembagian saham, RUPST juga merombak susunan pengurus perseroan. Perubahan ini dilakukan menyusul mundurnya Mohammad Noor Rachman Soejoeti dari jabatannya sebagai Komisaris Independen. 

Dengan perubahan tersebut, perseroan menetapkan susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris untuk memperkuat arah bisnis serta tata kelola perusahaan.

Susunan Direksi terbaru terdiri dari Direktur Utama Suryo Suherman, Direktur Arif Suherman, Direktur Tri Rudy Anitio, dan Direktur Dody Suhartono. 

Sementara itu, Dewan Komisaris terdiri dari Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Ongki Wanadjati Dana, Komisaris Melia Suherman, Komisaris Harris Lasmana, Komisaris Sacheen Harris Lasmana, Komisaris Independen Ariani Vidya Sofjan, serta Komisaris Edwin Surya Winarta.

Kinerja Keuangan Tetap Solid Sepanjang Tahun Buku 2025

RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan serta pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. 

Persetujuan tersebut menjadi penegasan bahwa pemegang saham menerima kinerja dan pengelolaan perusahaan sepanjang tahun lalu.

Sepanjang 2025, Cinema XXI mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun. Capaian ini meningkat 2,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,7 triliun. 

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa bisnis bioskop masih mampu mencatat ekspansi pendapatan di tengah persaingan hiburan digital yang semakin ketat.

Di sisi profitabilitas, perseroan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp776,2 miliar. Sementara itu, EBITDA mencapai Rp1,8 triliun. Kinerja ini memperlihatkan bahwa CNMA masih mampu menjaga efisiensi operasional sekaligus mempertahankan marjin bisnis yang sehat.

Kinerja keuangan yang solid inilah yang menjadi dasar bagi perseroan untuk menetapkan pembagian dividen besar. Dengan tetap menjaga profitabilitas, perusahaan memiliki ruang yang cukup untuk memberikan apresiasi kepada pemegang saham tanpa mengabaikan kebutuhan pengembangan usaha ke depan.

Ekspansi Bioskop Jadi Fokus Pertumbuhan Jangka Panjang

Paralel dengan penguatan kinerja keuangan, Cinema XXI juga terus menjalankan ekspansi operasional. Hingga 31 Desember 2025, perseroan tercatat mengoperasikan 267 bioskop dengan total 1.388 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di Indonesia.

Ekspansi jaringan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman menonton film berkualitas. 

Semakin luas jangkauan operasional, semakin besar pula peluang CNMA untuk menangkap pertumbuhan penonton dari berbagai wilayah, termasuk kota-kota yang potensial berkembang.

Langkah ekspansi tersebut juga menunjukkan bahwa perseroan masih melihat prospek positif industri film nasional. Dengan dukungan infrastruktur bioskop yang terus bertambah, Cinema XXI berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di industri hiburan layar lebar Indonesia.

“Dengan dukungan pemegang saham serta penguatan tata kelola perusahaan, kami optimistis Cinema XXI dapat terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri film nasional,” ungkap Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index