Memahami Perbedaan Purging dan Breakout Akibat Produk Skincare Baru

Memahami Perbedaan Purging dan Breakout Akibat Produk Skincare Baru
Ilustrasi purging dan breakout.(Sumber:NET)

JAKARTA - Sebagian orang masih sering merasa kebingungan dalam membedakan antara kulit yang mengalami purging dan breakout. Kebingungan ini umumnya muncul ketika jerawat tiba-tiba tumbuh di wajah setelah mengaplikasikan produk skincare baru. Banyak yang bertanya-tanya apakah kondisi tersebut merupakan bentuk ketidakcocokan atau justru fase purging. Berdasarkan penjelasan para pakar dan hasil penelitian, terdapat perbedaan mendasar antara kedua kondisi tersebut.

Purging merupakan sebuah proses penyesuaian kulit di mana sel kulit mati serta kotoran terdorong ke permukaan wajah secara lebih cepat akibat penggunaan bahan aktif. “Skin purging merujuk pada reaksi terhadap bahan aktif yang mempercepat laju pergantian sel kulit,” ujar Robinson.

Kondisi purging ini dipicu oleh penggunaan produk perawatan kulit yang memiliki kandungan bahan aktif seperti retinoid, AHA, BHA, vitamin C, hingga benzoil peroksida. Ciri-ciri wajah yang mengalami kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya beruntusan ringan, jerawat kecil, komedo di area yang biasa berjerawat, serta kulit yang mengelupas.

Purging dapat dikatakan sebagai bentuk respons positif terhadap produk baru yang menandakan bahwa perawatan bekerja dengan baik. Apabila mengalami kondisi ini, pemakaian produk tetap dapat dilanjutkan secara bijak dengan menjaga kelembapan kulit serta berkonsultasi ke dokter spesialis jika kondisi justru memburuk.

Sementara itu, breakout adalah reaksi peradangan atau bentuk ketidakcocokan kulit terhadap kandungan tertentu di dalam skincare maupun makeup yang menyumbat pori-pori atau memicu iritasi. “Makeup berbahan dasar minyak, jenis silikon tertentu, dan beberapa liquid foundations dapat menyumbat pori-pori,” kata Surin-Lord.

Surin-Lord pun menyarankan masyarakat untuk menggunakan produk kecantikan yang bersifat non-komedogenik agar tidak menyumbat pori-pori. Selain karena faktor ketidakcocokan produk, breakout juga dapat dipicu oleh timbulnya stres, paparan polusi udara, serta pola konsumsi tinggi gula. Saat mengalami breakout, kulit akan mengalami iritasi yang ditandai dengan munculnya banyak jerawat, tekstur kasar, kemerahan yang meluas, hingga rasa gatal dan perih.

Kondisi breakout tidak akan membaik apabila pemakaian produk terus dilanjutkan. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi ini dapat meninggalkan noda hiperpigmentasi yang sangat sulit untuk dihilangkan.

Meski gejalanya terlihat mirip, terdapat perbedaan mendasar dari sisi lokasi serta durasinya. Purging cenderung terjadi di area spesifik yang memang sering berjerawat. Jerawat akibat purging juga akan muncul dan hilang lebih cepat dibandingkan jerawat biasa, umumnya berlangsung antara 2 hingga 6 minggu. Apabila kondisi kulit tidak kunjung membaik setelah kurun waktu tersebut, besar kemungkinan kulit mengalami breakout atau reaksi alergi.

Sebaliknya, breakout justru dapat muncul di area wajah yang biasanya tidak pernah berjerawat. Proses penyembuhannya pun memerlukan waktu yang lebih lama serta penanganan khusus. “Jika kamu melihat munculnya breakout atau kulit kering di area wajah yang tidak terbiasa berjerawat, kemungkinan itu adalah respons kulit terhadap produk baru yang digunakan,” tegas Robinson.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index