Menhut Fokuskan OMC Masif di Kalimantan, Hujan Alami Baru Diprediksi Awal November

Menhut Fokuskan OMC Masif di Kalimantan, Hujan Alami Baru Diprediksi Awal November

BERITAKINI.CO.ID — Pemerintah memprioritaskan operasi modifikasi cuaca secara masif untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan. Langkah ini diambil karena hujan alami yang semula diperkirakan turun awal Oktober bergeser menjadi akhir Oktober hingga awal November. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan operasi tetap digelar meski potensi awan hujan tergolong kecil.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan dimaksimalkan untuk menangani karhutla di wilayah Pulau Kalimantan. Keputusan itu disampaikan usai rapat koordinasi di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2026. Menurut Raja Juli, koordinasi telah dilakukan bersama pemerintah daerah, kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Manggala Agni.

Kekeringan Diprediksi Bertahan 1,5 Bulan ke Depan

Raja Juli menyebut kondisi kekeringan masih berlangsung hingga sekitar 1,5 bulan ke depan. Karena itu, pemerintah bersama Kepala BNPB dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyepakati pelaksanaan OMC secara masif selama masih ada potensi awan hujan. OMC dinilai sebagai metode paling efektif untuk memadamkan api.

"Yang paling memiliki kemampuan memadamkan api ini adalah hujan melalui hujan buatan atau OMC (Operasi Modifikasi Cuaca)," kata Raja Juli di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2026.

Operasi Tetap Jalan meski Awan Hujan Minim

Menurut Raja Juli, OMC tidak hanya menyasar wilayah yang sedang terbakar. Daerah yang masih relatif aman dari karhutla juga menjadi sasaran operasi. Tujuannya membasahi lahan agar kelembapan terjaga dan potensi kebakaran bisa ditekan.

"Sedikit apa pun potensi awan hujan tersebut, kita akan OMC. Termasuk di daerah-daerah atau kabupaten yang bukan daerah karhutla," ujarnya.

Pemerintah juga mewaspadai perubahan arah angin. Pergeseran angin bisa membuat hujan hasil OMC turun di wilayah yang sebelumnya bukan target operasi. Karena itu, pemantauan dilakukan lintas daerah, bukan hanya di titik panas yang sudah terdeteksi.

Satgas Udara dan Patroli Diperkuat

Raja Juli memastikan kekuatan satuan tugas udara dimaksimalkan untuk mendukung penanganan karhutla. Satgas udara diterjunkan untuk patroli sekaligus mendukung pelaksanaan OMC. Dukungan udara ini melengkapi operasi darat yang dijalankan Manggala Agni bersama BPBD dan aparat keamanan.

Pemerintah daerah diminta terus memperbarui data titik api. Informasi itu menjadi dasar penentuan lokasi penyemaian garam dalam OMC. Dengan begitu, operasi bisa diarahkan ke area yang paling mendesak.

Hujan Alami Mundur ke Akhir Oktober

Raja Juli mengingatkan masyarakat soal potensi berlanjutnya periode kekeringan. Berdasarkan informasi BMKG, hujan yang semula diperkirakan turun alami pada awal Oktober berpotensi baru terjadi pada akhir Oktober hingga awal November.

"BMKG yang awalnya di awal Oktober sudah akan ada hujan alami, namun nampaknya hujan alami itu baru akan turun di akhir Oktober bahkan di awal November," jelas Raja Juli.

Mundurnya hujan alami membuat OMC menjadi tumpuan utama dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar selama periode kering ini. Laporan dini soal titik api dari masyarakat disebut mempercepat respons satgas di lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index