SURABAYA - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI kembali memberikan dukungan pembiayaan demi memperkuat infrastruktur di Kota Surabaya.
Pada kesempatan kali ini, perseroan menyiapkan dana pembiayaan daerah mencapai Rp1,16 triliun untuk Pemerintah Kota Surabaya guna pemasangan penerangan jalan umum (PJU), pembangunan saluran air Gunungsari, dan penanganan drainase.
Kesepakatan pembiayaan ini diresmikan lewat penandatanganan Akta Perjanjian Pembiayaan di Balai Kota Surabaya pada 10 Agustus 2026.
Proses penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah.
Faaris menjelaskan bahwa pembiayaan ini tidak cuma ditujukan untuk pembangunan fisik semata, melainkan juga diarahkan demi memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi Kota Surabaya.
Ia menilai, kualitas dari infrastruktur perkotaan memiliki keterkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Bagi PT SMI, pembiayaan infrastruktur perkotaan seperti ini dinilai dari seberapa besar pengaruhnya terhadap roda ekonomi daerah dalam jangka panjang, bukan sekadar penyediaan fasilitas fisik," ujar Faaris.
Ia menambahkan, pembuatan penerangan jalan serta pengendalian genangan di Surabaya diharapkan sanggup menjaga kelancaran mobilitas warga maupun pelaku usaha sekaligus menekan potensi kerugian ekonomi dari gangguan aktivitas.
"Penerangan jalan dan pengendalian genangan di Surabaya kami lihat sebagai investasi yang mendukung kelancaran mobilitas ekonomi, menekan potensi kerugian akibat gangguan aktivitas warga dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat daya tahan kota menghadapi perubahan iklim," katanya.
Dari pihak pemda, pembiayaan tersebut menjadi dorongan besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengutarakan bahwa masalah genangan air masih menjadi salah satu pengganggu aktivitas warga, khususnya tatkala musim hujan tiba.
"Selama ini genangan di sejumlah titik kerap menghambat warga saat beraktivitas, terutama di jam-jam sibuk dan musim hujan. Dengan pembiayaan ini, kami bisa mempercepat penanganan di titik-titik tersebut sekaligus memperbaiki penerangan jalan yang selama ini dikeluhkan warga, khususnya di kawasan padat aktivitas malam hari," ujar Eri.
Pemkot Surabaya mengkalkulasikan pembangunan saluran air Gunungsari dan penataan drainase sanggup mencegah potensi kerugian akibat banjir hingga Rp471 miliar tiap tahunnya.
Infrastruktur tersebut turut diharapkan memperlancar aksesibilitas serta roda perekonomian warga.Sementara itu, proyek pemasangan PJU berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak penerangan jalan.
Pada saat yang sama, hadirnya penerangan jalan diharapkan sanggup meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama di malam hari.
PT SMI memperkirakan total keseluruhan proyek ini berpotensi menciptakan multiplier effect sebesar 2,52 kali bagi perekonomian Kota Surabaya.
Dengan demikian, kucuran dana Rp1,16 triliun tak sekadar dianggap sebagai belanja infrastruktur, namun juga sebagai sarana pendorong aktivitas ekonomi daerah.
Proyek ini juga diselaraskan dengan Prioritas Nasional 2 RPJMN 2025–2029 melalui langkah penguatan kemandirian bangsa, termasuk swasembada energi, serta mendukung target pembangunan Jawa Timur dalam mempertinggi ketahanan banjir di wilayah Metropolitan Surabaya.
Pembiayaan terbaru ini meneruskan kemitraan PT SMI dengan Pemkot Surabaya.Sebelumnya pada 24 April 2026, kedua belah pihak sudah menandatangani Akta Perjanjian Pembiayaan bernilai Rp885,85 miliar.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat serta pembebasan lahan dan konstruksi Jalan Wiyung–Menganti.
Dengan tambahan dana Rp1,16 triliun ini, peran PT SMI dalam menopang pembiayaan pembangunan Surabaya menjadi semakin dominan.
Di lingkup nasional, sampai Juni 2026 PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,41 triliun, dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp13,67 triliun.
PT SMI menegaskan akan terus memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah demi menghadirkan pembiayaan yang memberi efek nyata bagi pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.