Sempat Kabur, Kakek 70 Tahun Pemerkosa Anak di Bogor Dibekuk

Sempat Kabur, Kakek 70 Tahun Pemerkosa Anak di Bogor Dibekuk
Ilustrasi Penangkapan.(Sumber:NET)

JAKARTA - Seorang anak perempuan berusia 15 tahun disinyalir menjadi korban pemerkosaan hingga mengandung oleh tetangganya sendiri di wilayah Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.Tersangka seorang lansia berinisial DUM (70) saat ini sudah dibekuk pihak kepolisian.

Kapolsek Rancabungur Ipda Yudhi Widhiana menjelaskan pelaku DUM diciduk pada Senin (10/8/2026) malam.Saat ini, kakek tersebut telah dilimpahkan ke Polres Bogor.

"Alhamdulillah sudah kami amankan, dibawa ke Polres karena masalah anak perlu penanganan khusus. Dari awal kami sudah mendampingi laporan ke Polres, termasuk tadi malam kami amankan bersama personel lain. Tadi malam langsung dibawa ke Polres," kata Yudhi kepada wartawan, Selasa (11/8).

Pelaku DUM terbukti sempat melarikan diri ke luar daerah setelah menjalankan aksi bejatnya tersebut.Lalu, begitu pelaku kembali ke rumahnya, warga setempat langsung membekuknya.

"Menurut keterangan warga setempat, sempat keluar kota dulu. Pulang, diamankan," ucapnya.

Sebelumnya, remaja berumur 15 tahun diduga menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri hingga mengandung di Rancabungur, Kabupaten Bogor.Pihak sanak saudara korban melapor ke kepolisian.

"Kami sudah temui keluarganya, bibinya. Kemudian, kami arahkan agar membuat laporannya ke Polres, ke PPA Polres, karena ini kan perkaranya khusus, menyangkut anak dan perempuan juga," kata Kapolsek Rancabungur Ipda Yudhi Widhiana ketika dimintai konfirmasi, Jumat (31/7).

Yudhi mengungkapkan tindak kejahatan ini terbongkar usai keluarga menaruh curiga pada perubahan fisik korban.Kepastian kondisi korban yang sedang mengandung didapatkan usai pihak keluarga membawanya ke fasilitas kesehatan setempat.

"Jadi awalnya ada bibinya yang curiga, karena ada perubahan bentuk badannya korban, kok agak beda mungkin, karena curiga gitu dibawalah ke puskesmas. Di sana dicek, hasilnya ternyata positif hamil," kata Yudhi.

"Jadi setelah dapat informasi begitu, kami ajak pihak kecamatan ke lokasi, kami ajak IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat), karena kan anak dan perempuan pula ya. Ketemulah sama bibinya. Kemudian, kami koordinasi sama PPA, kemudian kami arahkan agar korban dan keluarganya buat laporan ke PPA Polres Bogor," imbuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index