Generasi Muda Jadi Pendorong Utama Ekosistem Ekraf Digital

Generasi Muda Jadi Pendorong Utama Ekosistem Ekraf Digital
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Kumparan, di Kantor Kementerian Ekraf (Kemenekraf), Jakarta.(Sumber:NET)

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa pergeseran perilaku generasi muda dalam menikmati informasi semakin memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital, khususnya di sektor media digital.

“Ekonomi kreatif adalah sektor yang sangat dekat dengan generasi muda, oleh karena itu, kolaborasi dengan platform digital dan media kreatif menjadi penting untuk memperkuat ekosistem ini,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Teuku Riefky memaparkan data BPS yang menunjukkan bahwa dari 27,4 juta tenaga kerja ekonomi kreatif (ekraf), sekitar 63 % didominasi oleh Gen Z dan milenial, serta 58 % di antaranya adalah perempuan.

Ia menambahkan bahwa sifat industri kreatif yang adaptif dan fokus pada inovasi membuat sektor ini sangat sesuai dengan keinginan generasi muda untuk bekerja berdasarkan minat, kreativitas, dan keterampilan.

Kondisi ini turut memacu kapasitas sektor ekonomi kreatif dalam menyerap sekitar 1 juta hingga 1,5 juta tenaga kerja baru per tahun.

Dilihat dari performa ekonomi, sektor ekraf juga mencatatkan pertumbuhan yang positif.Pada tahun 2025, angka investasi di sektor ini mampu menembus 134 % dari target pemerintah dengan sumbangan sekitar 9,5 % terhadap total investasi nasional.

Di sisi lain, nilai ekspor ekraf berhasil mencatatkan 120 % dari target atau menyumbang sekitar 12 % terhadap keseluruhan ekspor nasional.

Walau begitu, pemerintah memandang peluang ekraf digital masih sangat bisa dioptimalkan.

Langkah ini dapat dilakukan melalui optimalisasi ekspor jasa kreatif digital yang belum terdata secara menyeluruh, seperti musik, animasi, desain, arsitektur, pembuatan gim, hingga ragam layanan kreatif berbasis teknologi.

“Kepercayaan terhadap sektor ekonomi kreatif terus meningkat. Namun masih ada potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap, terutama ekspor jasa kreatif digital,” ujar Teuku Riefky.

Demi memperkuat ekosistem tersebut, Kementerian Ekraf tengah menjajaki kemitraan dengan media digital multiplatform Kumparan.

Sinergi ini difokuskan pada penguatan literasi ekonomi kreatif, promosi produk lokal, pembinaan talenta muda, dan perluasan jangkauan pasar lewat pemanfaatan bermacam platform digital.

Pemimpin Redaksi Kumparan Ahmad Toriq menyebutkan bahwa transformasi dalam penyebaran konten via platform digital merupakan kunci utama untuk menjangkau audiens yang mayoritas generasi muda.

Sepanjang Juni 2026, total distribusi konten Kumparan di pelbagai saluran digital sanggup mencatatkan sekitar 900 juta tayangan bulanan dengan tingkat keterlibatan mencapai 0,24 %.

“Perubahan tersebut menjadi tantangan bagi kami sekaligus peluang bagi industri media. Meskipun konten teks tetap memiliki nilai penting, namun distribusi melalui video, live streaming, dan platform digital menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari strategi media masa kini,” kata Ahmad Toriq.

Kemitraan antara pemerintah dan pelaku media digital diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekraf nasional sekaligus menempatkan generasi muda sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index