WASHINGTON DC - Para demonstran pro-Palestina berkumpul di luar Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS), untuk memprotes kunjungan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, berdasarkan laporan Anadolu Agency pada Selasa (28/7/2026), massa tampak mengibarkan bendera Palestina serta membentangkan poster dan spanduk yang mengecam dukungan AS terhadap Israel.
"Hentikan mesin perang AS/Israel," demikian salah satu bunyi poster yang dibawa para demonstran dalam aksi pada Senin (27/7) waktu setempat.
"Ungkap kendali Israel atas Washington," demikian tulisan spanduk lainnya yang dibawa demonstran pro-Palestina.
"Hak asasi Palestina juga penting," bunyi poster demonstran lainnya.
Aksi protes ini digelar bertepatan dengan kedatangan Netanyahu di Washington DC pada Senin (27/7) waktu setempat, guna menggelar pertemuan dengan Trump di Gedung Putih pada Selasa (28/7) waktu setempat.
Pertemuan tersebut menjadi tatap muka ke-8 antara Netanyahu dan Trump sejak Presiden AS itu memimpin pada masa jabatan keduanya.
Sebelum bertolak ke AS, Netanyahu menyampaikan bahwa persoalan Iran bakal menjadi pembahasan utama dalam agendanya bersama Trump.
PM Israel tersebut turut menambahkan bahwa ia direncanakan menghadiri acara penghormatan bagi mendiang Senator AS Lindsey Graham dalam rangkaian kunjungannya.
Semasa hidupnya, Graham yang berasal dari Partai Republik dikenal luas sebagai sosok pendukung kuat Israel.
Kedatangan terbaru Netanyahu ke AS ini berlangsung di tengah munculnya seruan penangkapan dari Wali Kota New York Zohran Mamdani.
Lewat pernyataan resminya, Mamdani secara tegas memanggil Netanyahu sebagai seorang "penjahat perang".
Mamdani turut mendesak pemerintah federal AS agar mengeksekusi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu apabila ia memasuki wilayah AS.
Netanyahu kini berstatus sebagai buron atas surat perintah penangkapan yang dikeluarkan ICC terkait dugaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan dalam konflik di Gaza.
Pada tahun 2014 silam, ICC telah menegaskan punya bukti dan alasan kuat untuk meyakini keterlibatan Netanyahu atas dugaan tersebut.
Kendati demikian, Trump memastikan bahwa Netanyahu "tidak akan ditangkap" selama melangsungkan agenda di AS.
Netanyahu sendiri menegaskan dirinya "tidak khawatir" terhadap berbagai desakan penangkapan yang dialamatkan padanya.
Desakan agar Netanyahu ditangkap juga disuarakan oleh para demonstran pro-Palestina yang memadati area luar Gedung Putih.
"Saya menuntut pemerintah Amerika Serikat mematuhi surat perintah ICC dan menangkap Netanyahu," ucap salah satu demonstran bernama Joey, seperti dilansir Reuters
Seorang demonstran lainnya menyatakan bahwa kehadirannya di lokasi adalah bentuk solidaritas bagi Palestina.
"Hati kami tertuju pada setiap orang di Palestina. Kami mengirimkan cinta dan doa, serta melakukan segala upaya yang kami bisa di jalanan. Dan kami terus berdoa," ujarnya.