JAKARTA - Euforia penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Meksiko tidak memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian negara tersebut meski stadion dipenuhi penonton dan jutaan wisatawan datang selama turnamen berlangsung.
Meksiko menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada, dengan 13 laga dari total 104 pertandingan digelar di negara itu.
Namun, turnamen yang berakhir pada Minggu (19/7/2026) itu gagal memenuhi target ambisius pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), yang sebelumnya mengalami kontraksi pada kuartal pertama tahun ini.
"Kami tidak melihat Piala Dunia akan mengubah secara struktural arah perekonomian Meksiko," kata Kepala Ekonom Rankia Humberto Calzada, dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut Calzada, Piala Dunia hanya memberikan stimulus jangka pendek bagi ekonomi Meksiko. Pemerintah memperkirakan ekonomi negara itu tumbuh 1,8-2,8 persen pada 2026, sementara proyeksi analis hanya sekitar 1,1 persen.
Sejumlah lembaga keuangan juga memangkas proyeksi dampak ekonomi ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.Banorte menurunkan estimasi kontribusi Piala Dunia terhadap PDB Meksiko menjadi hanya 0,4-0,5 persen, dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 0,62 persen.Sementara itu, Banamex memperkirakan total dampak ekonomi turnamen sekitar 2 miliar dollar AS, atau setara sekitar 0,1 persen dari PDB Meksiko.Nilai tersebut bahkan kurang dari separuh remitansi yang diterima Meksiko pada Mei, yang mencapai 5,6 miliar dollar AS.
Deloitte juga merevisi proyeksi penciptaan lapangan kerja sementara menjadi sekitar 100.000 pekerjaan, atau 10 persen lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Di sisi lain, BBVA melaporkan indikator konsumsi rumah tangga Meksiko justru turun 0,2 persen secara bulanan pada Juni. Pengeluaran masyarakat untuk hotel turun 10,5 persen, sementara belanja di restoran menyusut 4,9 persen. Hanya sektor hiburan yang mencatat kenaikan, yakni 16,5 persen.
Manfaat ekonomi Piala Dunia juga tidak dirasakan merata di tiga kota penyelenggara, yakni Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.
Asosiasi Restoran Meksiko melaporkan sekitar separuh restoran di wilayah tersebut mencatat kinerja lebih buruk dibandingkan pekan biasa. Kondisi itu dipengaruhi tingkat okupansi hotel yang rendah serta aksi demonstrasi yang terjadi di Mexico City.
Data lalu lintas penumpang udara pun menunjukkan hasil yang beragam. Jumlah penumpang meningkat tipis di bandara Guadalajara dan Monterrey sepanjang Juni, tetapi justru menurun di bandara utama Mexico City.
Para analis menilai prospek ekonomi Meksiko masih lebih ditentukan oleh kepastian hubungan dagang dengan Amerika Serikat dan Kanada melalui Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), yang akan segera ditinjau kembali.
Ketidakpastian terkait peninjauan perjanjian tersebut membuat banyak perusahaan menunda investasi. Di saat yang sama, ekonomi Meksiko tercatat mengalami kontraksi 0,6 persen pada kuartal pertama 2026.
Dana Moneter Internasional (IMF) pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Meksiko tahun ini menjadi 1,2 persen dari sebelumnya 1,6 persen, mencerminkan masih lemahnya prospek ekonomi negara tersebut.