Jalur Surabaya-Madiun Macet 4 Km Imbas Evakuasi Tabrakan KA Logawa

Jalur Surabaya-Madiun Macet 4 Km Imbas Evakuasi Tabrakan KA Logawa
Viral memperlihatkan detik-detik kereta api Logawa menyerempet sebuah truk di wilayah Nganjuk, Jawa Timur. (FOTO:NET)

NGANJUK - Akses jalan nasional yang menghubungkan wilayah Surabaya dan Madiun mengalami kemacetan yang sangat parah pada Kamis (9/7/2026) sore.

Kemacetan kendaraan dilaporkan mengular sampai sepanjang 4 kilometer di kedua arah sebagai akibat dari berjalannya proses evakuasi insiden kecelakaan.

Penumpukan arus lalu lintas ini dipicu oleh kecelakaan fatal yang melibatkan Kereta Api (KA) Logawa rute Purwokerto–Ketapang, satu unit truk ekspedisi, serta sepeda motor Honda Supra di perlintasan sebidang JPL 103, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Aparat kepolisian harus mendatangkan kendaraan derek guna memindahkan kerangka truk ekspedisi yang ringsek berat usai dihantam kereta api.

Proses pemindahan armada truk dari lokasi kecelakaan memakan waktu berkisar 15 hingga 20 menit.

Lantaran ukuran kendaraan yang besar ditambah lokasi kejadian yang terletak tepat di jalur arteri utama, arus kendaraan di Jalan Raya Surabaya–Madiun sempat terkunci total.

"Akibat proses evakuasi, arus lalu lintas di Jalan Raya Surabaya–Madiun sempat mengalami kepadatan cukup panjang. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar empat kilometer di kedua arah," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, Kamis.

Untuk mengurai kemacetan yang mengular tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk segera menerjunkan jajaran personel guna menerapkan rekayasa serta pengaturan lalu lintas manual.

Kondisi arus jalan baru mulai berangsur normal sesudah truk berhasil ditarik menjauh dari area rel dan badan jalan.

"Kami juga fokus melancarkan arus lalu lintas," tambah Wahby.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, peristiwa kecelakaan maut ini berlangsung sekitar pukul 14.15 WIB.

Kecelakaan berawal ketika truk ekspedisi dengan nomor polisi L 9417 CL yang dikemudikan oleh Tabah Nur Arriski (21) berkendara dari arah barat menuju ke timur.

Pada waktu bersamaan, sebuah sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi AG 3530 XA yang dikendarai oleh Djamiran (64) melaju searah di posisi dekat truk tersebut.

Nahas, ketika kedua kendaraan tengah melintasi rel di JPL 103, KA Logawa datang dari arah timur menuju ke barat.

Dugaan sementara mengindikasikan bahwa petugas yang menjaga perlintasan terlambat dalam menutup palang pintu kereta.

"Identifikasi awal, kemungkinan petugas penjaga jalan lintasan telat menutup palang pintu," ungkap Ipda Wahby.

Dugaan faktor kelalaian ini diperkuat pula lewat rekaman kamera pengawas (CCTV) di area sekitar lokasi kejadian.

Melalui rekaman itu, palang pintu terlihat baru turun sesaat setelah terjadinya benturan keras antara kereta api dan armada truk.

Akibat tabrakan keras lokomotif, bagian depan truk ekspedisi hancur total lalu terpelanting ke arah samping hingga menjatuhi pengendara motor Honda Supra yang berada di dekatnya.

Insiden tragis ini menyebabkan pengemudi truk JNT, Tabah Nur Arriski, meninggal dunia di lokasi kejadian lantaran menderita luka parah di bagian kepala, tangan, serta kaki.

Jasadnya seketika dievakuasi oleh petugas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.

Sementara itu, sang pengendara sepeda motor, Djamiran, menderita luka patah tulang pada bagian tangan kanan serta luka di area kaki kanan.

Korban yang selamat ini segera dilarikan menuju RSUD Nganjuk guna memperoleh perawatan medis intensif.

Guncangan akibat tabrakan ini juga dirasakan amat kuat oleh seluruh penumpang kereta api.

Salah seorang penumpang KA Logawa, Muhammad Zidan (20), mengaku sempat mengira bahwa kereta yang ia tumpangi sekadar melindas sebongkah batu.

"Saya kira guncangan itu imbas roda kereta melindas batu di rel. Saya kira ada orang iseng meletakkan batu di atas rel. Ternyata kecelakaan. Kereta juga sempat mengerem," tutur Zidan yang kala itu tengah menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Yogyakarta.

Pihak Satlantas Polres Nganjuk menegaskan bahwa rangkaian proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan kereta masih terus bergulir.

"Penanganan yang telah kami lakukan, olah TKP dan memintai keterangan saksi. Kami sudah memeriksa rekaman CCTV," terang Ipda Wahby.

Aparat kepolisian juga melangsungkan pemeriksaan secara mendalam terhadap petugas palang pintu kereta yang bertugas saat peristiwa terjadi.

Di sisi lain, kecelakaan ini membawa dampak yang cukup signifikan pada operasional perjalanan kereta api di kawasan Daop 7 Madiun.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, membenarkan adanya keterlambatan serta pemberhentian luar biasa (BLB) pada sejumlah kereta akibat insiden di petak jalan Stasiun Bagor - Saradan tersebut.

Beberapa jadwal perjalanan kereta yang ikut terdampak dan mengalami keterlambatan antara lain KA Ranggajati, KA Argo Semeru, KA Brantas, KA Argo Wilis, serta KA Jayakarta.

"KAI akan terus mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan hingga seluruh perjalanan kereta api di lintas tersebut kembali berjalan normal," tegas Tohari mewakili manajemen KAI yang juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index