Stimulus Pemerintah Topang Pasar Rumah Subsidi di Tahun 2026

Stimulus Pemerintah Topang Pasar Rumah Subsidi di Tahun 2026
Ilustrasi rumah subsidi (FOTO: NET)

JAKARTA - Bermacam insentif dari pihak pemerintah dinilai tetap menjadi pilar utama penyokong pasar hunian subsidi di tengah hambatan daya beli yang tengah dialami oleh masyarakat.

Bantuan tersebut meliputi subsidi dari pemerintah pusat maupun daerah, BP Tapera, hingga mekanisme pendanaan melalui Asabri yang ditujukan bagi anggota TNI dan Polri.

Direktur Utama PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) Khufran Hakim Noor mengungkapkan, nilai jual rumah subsidi relatif konstan lantaran belum ada peningkatan yang signifikan, sehingga terus menjadi pilihan primer masyarakat dalam memperoleh tempat tinggal pertama.

"Pesan saya untuk kepala keluarga yang belum memiliki rumah, belilah rumah subsidi sebagai rumah pertama. Bunganya flat hanya 5 persen hingga 20-30 tahun. Ini adalah langkah terbaik untuk melawan inflasi karena nilai aset rumah akan terus naik, berbeda dengan kendaraan yang nilainya menyusut," ujar Khufran, dikutip Rabu (01/07/2026).

Pihak GRIA juga memastikan komitmennya untuk konsisten menghadirkan tempat tinggal yang layak sekaligus ekonomis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Manajemen menjabarkan bahwa strategi ini sejalan dengan misi menyukseskan program pengadaan 3 juta unit rumah yang dicanangkan oleh pemerintah lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Khufran menyampaikan, komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas konstruksi, penataan kawasan yang berwawasan lingkungan, serta penguatan tata kelola korporasi.

Di samping itu, seluruh area pemukiman yang digarap oleh GRIA saat ini mulai mengadopsi sistem rumah pintar (smart home).

Sistem tersebut diaplikasikan melalui pemenuhan fasilitas internet, sarana air bersih, serta daya listrik yang telah terintegrasi sejak periode perencanaan awal.

Berdasarkan penuturannya, pengadaan infrastruktur itu dihadirkan demi memfasilitasi keperluan para penghuni yang menjalankan kegiatan bekerja ataupun menuntut ilmu dari hunian mereka.

Khufran turut mengutarakan, rekam jejak korporasi selama lebih dari sepuluh tahun di industri properti memperlihatkan sebagian besar proyek yang dibangun aman dari ancaman banjir serta mempunyai ketersediaan air yang memadai.

GRIA juga membeberkan pencapaian laporan keuangan sepanjang tahun 2025.

Direktur Keuangan GRIA Hugofeber Parluhutan mengutarakan, perusahaan membukukan keuntungan bersih mencapai Rp 7,65 miliar pada periode tahun buku 2025 atau meningkat sebesar 32,21 persen ketimbang laba bersih di tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 5,79 miliar.

"Hal ini menunjukkan kinerja keuangan Perseroan yang menguat dan stabil dengan mencatatkan penjualan sebesar Rp 69,06 miliar dari tahun sebelumnya Rp 65,02 miliar di tahun 2024," kata Hugofeber.

Menurut Hugofeber, pertumbuhan omzet serta laba bersih itu didorong oleh efektivitas kegiatan operasional serta kenaikan angka pemasaran unit hunian yang digarap oleh korporasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index