Kemenbud-Komdigi Jalin Kolaborasi Majukan Budaya Lewat Digital

Kemenbud-Komdigi Jalin Kolaborasi Majukan Budaya Lewat Digital
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pertemuan bersama Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. (FOTO:NET)

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem digital nasional yang berlandaskan nilai luhur budaya Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa proses transformasi digital wajib dimanfaatkan secara optimal demi memperkuat dan memajukan kebudayaan nasional.

"Kebudayaan dan Komdigi punya hubungan yang sangat dekat, kebudayaan sendiri spektrumnya luas dengan sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan. Di tengah peradaban dunia, sekarang ya harus ada campur tangan digital," kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu.

Pemerintah terus mengupayakan percepatan pelindungan terhadap seluruh kekayaan warisan budaya Indonesia.

Hingga kini, Indonesia telah mencatatkan 2.727 Warisan Budaya Takbenda yang menjadi salah satu fokus utama pengembangan sektor ekonomi dan industri budaya nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menegaskan pentingnya perancangan regulasi serta tata kelola teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) agar dapat memicu kreativitas tanpa mengancam keberlanjutan ekosistem budaya dan industri kreatif.

Kementerian Kebudayaan terus menghadirkan beragam inovasi digital, seperti Lomba Konten Video Digital tentang museum dan cagar budaya, Gala Cerita Rakyat, kegiatan Surat untuk Pahlawan, hingga digitalisasi museum melalui teknologi imersif, video mapping, dan layar interaktif.

Langkah inovatif ini juga melibatkan pengembangan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) yang memadukan unsur seni dengan teknologi digital.

Melalui pertemuan di Kantor Kementerian Kebudayaan Jakarta, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memastikan transformasi digital berjalan selaras dengan agenda pelestarian kebudayaan.

Sinergi lintas kementerian ini membuat teknologi tidak hanya berfungsi sebagai penggerak inovasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana memperkokoh identitas budaya bangsa.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut baik penguatan kerja sama antara kedua lembaga kementerian ini.

Menurut Meutya, aspek digitalisasi dan kebudayaan merupakan dua pilar yang saling melengkapi dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia yang kuat.

Meutya menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 227 hingga 230 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah terhubung ke internet, atau sekitar 80 persen dari total populasi.

Kondisi tersebut dilihat sebagai peluang sekaligus tantangan besar dalam memastikan ruang digital digunakan secara produktif dengan tetap menjunjung nilai budaya.

Melalui konsep Terhubung, Tumbuh, Terjaga, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong agar transformasi digital tidak hanya berfokus pada konektivitas dan ekonomi digital, tetapi juga merawat nilai budaya masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya juga menegaskan bahwa pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) memerlukan dukungan penuh dari berbagai pihak.

Dukungan dari Kementerian Kebudayaan dinilai sangat penting agar anak-anak Indonesia memiliki alternatif aktivitas yang sehat di luar ruang digital.

Kemenbud bersama Komdigi turut menggarisbawahi beberapa peluang kolaborasi strategis, termasuk penyusunan regulasi kecerdasan buatan yang melindungi karya seniman tanah air serta penguatan promosi budaya lewat media digital.

Poin kolaborasi lainnya mencakup sistem pelindungan data kebudayaan, maksimalisasi platform digital untuk memperluas akses budaya, hingga pengembangan program kebudayaan sebagai wujud implementasi PP TUNAS.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index