Bitcoin Mulai Naik Tipis, Masih Tertahan di Bawah 60.000 Dollar AS

Bitcoin Mulai Naik Tipis, Masih Tertahan di Bawah 60.000 Dollar AS
Ilustrasi bitcoin.(FOTO:NET)

JAKARTA - Nilai tukar atau harga dari Bitcoin pada hari ini Sabtu, 27 Juni 2026 pada pukul 09.06 WIB dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 1,75 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Berdasarkan data yang dilansir dari coinmarketcap.com, dalam waktu 1 jam belakangan ini aset tersebut merangkak naik sebesar 0,01 persen, sementara jika ditarik dari periode sepekan yang lalu performanya tercatat menyusut sebesar 5,58 persen menuju ke level 59.903,32 dollar AS (atau berkisar Rp 1,06 miliar, berdasarkan asumsi kurs Rp 17.952).

Jumlah total dari nilai kapitalisasi pasar pasar Bitcoin pada hari ini sudah menyentuh angka 1,2 triliun dollar AS (setara dengan Rp 21.432 triliun).

Pergerakan aset Bitcoin secara rata-rata dalam durasi per 24 jam terpantau mendapati kenaikan di angka 1,01 persen.

Terhitung sejak hari Jumat (26/6/2026) pada pukul 10.00 WIB, pergerakan Bitcoin terpantau mengalami tren melemah atau bearish menuju posisi 58.

426,67 dollar AS (sekitar Rp 1,04 miliar) lalu setelahnya terus terperosok di area zona merah dan pada pagi hari ini posisinya tetap mandek di bawah angka 60.000 dollar AS (sekitar Rp 1,07 miliar) yang merupakan batas level support yang amat diperlukan agar dapat terus bertahan tangguh.

Walaupun kondisinya sedang demikian, penampakan pada grafik perdagangan memperlihatkan adanya indikasi pertumbuhan naik yang berjalan secara perlahan.

Aset Bitcoin merangkak naik sebesar 0,67 persen menuju level 59.882,59 dollar AS dalam kurun 24 jam, sebuah tren penguatan yang berjalan selaras dengan adanya sedikit proses stabilisasi di dalam pasar kripto dalam skala yang lebih luas, yang juga ikut terkerek naik sebesar 0,63 persen.

Aktivitas pergerakan nilai ini tampaknya secara dominan dipicu oleh adanya proses pemulihan teknis dari situasi jenuh jual (oversold) yang posisinya berada di dekat area level support kunci, dan bukan disebabkan oleh kemunculan sentimen pemicu atau katalis bullish yang baru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index