A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$ai_summary

Filename: controllers/read.php

Line Number: 107

Bea Cukai: BYD dan Wuling Picu Penumpukan 10 Ribu Kontainer

Bea Cukai: BYD dan Wuling Picu Penumpukan 10 Ribu Kontainer

Bea Cukai: BYD dan Wuling Picu Penumpukan 10 Ribu Kontainer
Truk kontainer melintas di antara tumpukan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok (FOTO: NET)

JAKARTA - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengungkapkan penyebab di balik sempat tertahannya 10 ribu peti kemas di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Masalah tersebut diklaim bukan dikarenakan hambatan proses administrasi kepabeanan, melainkan karena para importir sengaja membiarkan barang bawaannya terlalu lama di lingkungan pelabuhan.

"Ketika kontainer-kontainer sudah mengalami pengeluaran barang, ini masih terjadi penumpukan karena para pelaku tidak dengan segera melakukan pengeluaran," kata Djaka dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Djaka memberikan contoh bahwa aksi mendiamkan barang muatan di pelabuhan itu salah satunya diperbuat oleh pihak BYD dan Wuling.

Pabrikan otomotif tersebut disebutkan memanfaatkan fasilitas pelabuhan untuk membiarkan produk impor mereka tidak segera diangkut dari wilayah pelabuhan selama 3 hari.

"Contohnya seperti BYD, kemudian dari Wuling itu masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama 3 hari setelah SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) keluar. Malah bahkan lebih dari 2 minggu dia tidak angkat keluar. Kemarin itu hampir sekitar 10 ribu kontainer yang masih ada di pelabuhan," tegasnya.

Untuk menyelesaikan masalah itu, DJBC telah melakukan tindakan tegas supaya seluruh perusahaan importir tidak membiarkan muatannya menumpuk terlalu lama hingga merusak waktu tunggu bongkar muat (dwelling time).

"Kami melakukan pemaksaan kepada perusahaan tersebut untuk dengan secepatnya melakukan pengeluaran dari area pelabuhan atau bukan di area kepabeanan. 

Dari sisi kepabeanan mereka sudah selesai administrasinya, cuma yang belum mereka selesaikan adalah pengeluaran dari pelabuhan itu karena dia memanfaatkan 3 hari di pelabuhan hak yang masih bisa diperoleh," ucap Djaka.

Berdasarkan pemaparan Djaka, alasan utama perusahaan membiarkan muatannya di pelabuhan dalam periode yang lama adalah tarifnya yang dianggap lebih murah dibandingkan di area luar pelabuhan.

"Karena kesulitan tempat di luar sehingga mereka mengingat cost lebih murah daripada di luar, mereka memanfaatkan itu. Mungkin ke depannya kami akan segera mendorong mereka ke lini dua, di tempat luar pelabuhan," tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index