A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$ai_summary

Filename: controllers/read.php

Line Number: 107

Lewat Sistem SECURE, Petambak Berau Panen Melimpah Tanpa Rusak Alam

Lewat Sistem SECURE, Petambak Berau Panen Melimpah Tanpa Rusak Alam

Lewat Sistem SECURE, Petambak Berau Panen Melimpah Tanpa Rusak Alam
Udang windu, hasil panen petambak di Kampung Pegat Batumbuk, Kabupaten Berau, Kaltim. (FOTO:NET)

BERAU - Kisah dari Berau ini memberikan sebuah pelajaran bernilai tinggi bahwa lingkungan bukanlah musuh dalam proses mencari rezeki.

Sebaliknya, alam adalah rekan yang wajib dipelihara.

Di daerah pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tersimpan suatu narasi yang membuktikan bahwa perkembangan ekonomi tidak harus menumbalkan kelestarian alam.

Dua hal itu dapat berjalan beriringan tanpa merusak ekosistem yang menjadi penyokong keberadaan masyarakat.

Di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran, para petambak menikmati hasil panen yang melimpah.

Kebahagiaan mereka tidak lagi bersumber dari kebiasaan masa lalu yang kerap merusak hutan bakau, melainkan dari strategi budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Mereka menerapkan cara yang dikenal dengan sebutan Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE), sebuah sistem pengelolaan udang dan perikanan lain yang menyatukan peningkatan produktivitas dengan pemulihan alam.

Panen ini menjadi bentuk nyata kerja sama antara Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Dinas Perikanan Kabupaten Berau, serta warga lokal dalam Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE).

Lebih dari sekadar aktivitas panen biasa, momen ini mengawali babak baru bagi sektor perikanan pesisir Berau.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa menjaga alam justru menjadi aspek penting untuk menjamin sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi anak cucu di masa depan.

Selama bertahun-tahun, budidaya tambak konvensional sering kali bergantung pada perluasan lahan, bahkan sampai merusak hutan mangrove yang bertugas sebagai pelindung alami wilayah pantai.

Dampaknya, mutu air merosot, kondisi tanah memburuk, dan hasil panen kian tidak menentu.

Musnahnya ekosistem mangrove pun mengakibatkan berkurangnya pasokan pakan alami yang selama ini menopang produktivitas tambak.

SECURE hadir untuk mengubah cara pandang itu melalui prinsip yang sederhana namun revolusioner: hasil yang lebih baik tidak harus didapatkan dengan membuka area yang lebih luas.

Di dalam sistem ini, tata guna lahan dikelola secara lebih cerdas.

Hanya berkisar 20 persen dari total lahan yang digunakan untuk kegiatan budidaya, sedangkan 80 persen sisanya dipulihkan fungsinya sebagai area konservasi dan pemeliharaan mangrove.

Bagi sebagian kalangan, strategi ini mungkin terdengar seperti pembatasan volume bisnis.

Namun, realitas di lapangan memperlihatkan hal yang sebaliknya.

Produktivitas justru mengalami lonjakan.

Salah satu contohnya dapat dijumpai pada tambak milik Abdul Rahman di Kampung Pegat Batumbuk.

Sebelum menerapkan SECURE, seluruh kawasan tambaknya dimanfaatkan untuk budidaya, namun hasil panen udang windu hanya berkisar 100 kilogram pada tiap masa tanam.

Sekarang, meskipun area budidaya menyusut hingga tersisa seperlima dari luas awal, hasil yang didapat justru meroket.

Pada agenda panen yang dilaksanakan Selasa, 3 Juni tahun ini, tambaknya menghasilkan 115 kilogram udang windu, 141 kilogram udang bintik, 1,9 ton ikan bandeng, serta 50 kilogram kepiting bakau.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa tata kelola tambak yang memperhatikan kondisi alam dapat memicu produktivitas yang lebih menjanjikan.

Peningkatan produksi udang windu berkisar 15 persen menjadi bukti bahwa kualitas manajemen jauh lebih penting ketimbang sekadar luas wilayah.

Keberhasilan ini tidak muncul secara instan.

Melalui bimbingan mendalam dan sekolah lapang, para petambak diajak mengenali ritme kerja ekosistem sekaligus memanfaatkan kekayaan alam secara maksimal tanpa merusaknya.

Salah satu materi pokok yang diberikan adalah pembuatan pupuk kompos dan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bahan organik yang ditemukan di sekeliling tambak.

Kompos bermanfaat meningkatkan kesuburan bagian dasar perairan sekaligus memicu pertumbuhan pakan alami sehingga ketergantungan pada pakan pabrikan dapat dikurangi.

Sementara itu, MOL membantu menjaga stabilitas unsur hara serta mikroba di dalam air, mencegah ledakan hama ataupun penyakit, sekaligus menjaga kejernihan dan mutu air tambak.

Dampaknya, biaya operasional menjadi lebih murah, sedangkan kondisi alam tetap terawat.

Perbedaan mencolok lainnya berasal dari penerapan sistem nursery atau pendederan.

Jika awalnya bibit udang dan ikan langsung disebar ke area pembesaran, kini bibit terlebih dahulu dirawat di kolam kecil dalam rentang waktu tertentu.

Di fase ini, bibit dipelihara sampai dirasa cukup kuat dan sanggup menyesuaikan diri dengan kondisi alam sebelum dipindahkan ke kolam utama.

Jumardi, petambak asal Kampung Suaran yang mengelola tambak bersama sang ayah, Satar, merasakan langsung manfaat cara tersebut.

Bagi dirinya, nursery menjadi salah satu wawasan baru yang paling bermanfaat.

Sebelumnya, benih udang windu dan bandeng langsung disebar sehingga tingkat keberhasilannya tidak selalu memuaskan.

Kini, benih menjadi lebih kuat dan angka kelangsungan hidupnya meningkat, membuat Jumardi lebih percaya diri dalam menjalankan usaha tambak.

Hasilnya terlihat nyata.

Pada panen di hari yang sama, tambak milik Jumardi dan keluarganya menghasilkan 284,2 kilogram udang windu serta 120 kilogram udang bintik, sebuah pencapaian yang jauh lebih stabil dan mendatangkan untung jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Salah satu pilar utama kesuksesan sistem SECURE adalah keberadaan hutan mangrove yang direhabilitasi dan dijaga kelestariannya.

Mangrove bukan sekadar tumbuhan pesisir atau area kosong belaka.

Ekosistem ini mengemban fungsi ganda yang sangat vital.

Secara ekologis, mangrove berfungsi sebagai benteng pertahanan alami yang melindungi daratan dari pengikisan serta ombak laut, sekaligus menjadi salah satu wadah penampung karbon terbesar di wilayah pesisir.

Manfaatnya pun dirasakan langsung dalam aktivitas budidaya.

Akar-akar pohon mangrove ikut menyaring air laut, menjaga stabilitas kadar garam, serta menyediakan tempat bernaung dan pasokan pakan alami untuk aneka biota, termasuk udang dan ikan.

Ketika ekosistem ini terpelihara, ancaman gangguan alam seperti perubahan suhu dan penurunan mutu air dapat ditekan.

Karena itulah, meskipun luas budidaya menyusut, produktivitas justru meningkat lantaran ekosistem tempat tumbuh komoditas menjadi lebih bersih dan alami.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, menyambut positif capaian tersebut sebagai percontohan pembangunan yang patut dijadikan teladan.

"Pendekatan ini menunjukkan bahwa budidaya dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Selain meningkatkan hasil budidaya, model SECURE juga menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat," ujar Majid.

Format ini juga selaras dengan gagasan Ekonomi Biru, yang menempatkan kesehatan alam sebagai fondasi utama kemajuan ekonomi.

Saat alam terawat, ancaman gagal panen mengecil, biaya produksi menjadi lebih efisien, dan kualitas hasil panen meningkat sehingga nilai jualnya pun kian melambung.

Bagi Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, kesuksesan agenda ini tidak semata-mata diukur dari nominal hasil panen yang didapatkan.

Menurut dia, SECURE bukan hanya membicarakan masalah produksi udang, melainkan tentang bagaimana masyarakat merajut kembali interaksi yang lebih sehat dengan ekosistem pantai.

"Ketika mangrove dipulihkan dan kapasitas petambak diperkuat, kami dapat melihat sistem pengelolaan yang lebih tangguh, baik secara ekonomi maupun ekologis," kata Ilman.

Transformasi yang terjadi di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran menjadi bukti bahwa dengan bekal pengetahuan yang tepat serta tekad untuk berbenah, kemakmuran dapat diraih tanpa perlu menghancurkan alam.

Sistem ini pun memicu diversifikasi hasil produksi.

Bukan hanya udang, petambak ikut memanen ikan bandeng dan kepiting bakau, sehingga keran pendapatan mereka menjadi lebih bervariasi.

Kisah dari Berau ini memberikan pelajaran bernilai tinggi bahwa lingkungan bukanlah musuh dalam proses mencari rezeki.

Kebalikannya, alam adalah rekan yang wajib dipelihara.

Ketika dikelola dengan penuh kearifan, alam akan memberikan hasil yang melimpah dan stabil.

Di tengah bentangan pantai yang asri dan perairan yang bening, masa depan sektor perikanan Berau saat ini tampak lebih gemilang, seimbang, berkelanjutan, dan dipenuhi harapan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index