Masuk Kategori Tidak Sehat, Polusi Ibu Kota Urutan 3 Dunia

Masuk Kategori Tidak Sehat, Polusi Ibu Kota Urutan 3 Dunia
Sejumlah warga Jakarta mengenakan masker. (Sumber: NET)

JAKARTA - Kualitas udara di wilayah ibu kota pada Kamis pagi terpantau masuk kategori tidak sehat sehingga menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan polusi terburuk di dunia.

Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 06.06 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 179 yang masuk klasifikasi tidak sehat dengan konsentrasi polutan PM2.5 sebesar 95,3 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut menunjukkan tingkat kualitas udara yang merugikan kelompok rentan karena dapat berdampak negatif pada manusia dan hewan yang sensitif, serta berisiko merusak tumbuhan ataupun mengurangi keindahan lingkungan.

Masyarakat pun diminta demi keselamatan bersama untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Apabila harus beraktivitas di area terbuka, warga sangat dianjurkan mengenakan masker dan menutup rapat jendela ruangan demi mengantisipasi masuknya udara luar yang kotor.

Sementara itu, standar mutu udara berkategori baik, yakni tingkat polusi yang sama sekali tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan manusia atau hewan serta tidak memengaruhi tumbuhan, sarana, maupun keindahan, berada pada rentang PM2.5 sebesar 0-50.

Berikutnya, kategori sedang merupakan kondisi udara yang tidak memengaruhi kesehatan manusia atau hewan, tetapi berdampak pada tanaman sensitif dan nilai estetika dengan ambang PM2.5 di angka 51-100.

Kemudian, tingkat sangat tidak sehat berada pada kisaran PM2.5 sebesar 200-299, yang berarti kualitas udara tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi sebagian masyarakat yang terpapar polusi.

Terakhir, kategori berbahaya (300-500) secara umum menunjukkan tingkat kualitas udara yang mampu memicu gangguan kesehatan fatal bagi masyarakat luas.

Mengenai urutan kota dengan polusi terburuk, peringkat pertama ditempati Lahore (Pakistan) dengan poin 235, posisi kedua oleh Kinshasa (Kongo) di angka 203, peringkat keempat Dhaka (Bangladesh) pada poin 166, dan posisi kelima Kampala (Uganda) dengan angka 158.

Di saat bersamaan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah penanganan cepat guna menekan polusi udara di ibu kota sepanjang musim kemarau, yang diprediksi terjadi dari awal Mei hingga Agustus mendatang.

Langkah taktis pengendalian pencemaran udara di musim panas ini meliputi pemaksimalan sistem pemantauan mutu udara serta penerapan uji emisi untuk kendaraan bermotor.

Selain itu, Pemprov DKI juga mengandalkan Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang kini sedang dievaluasi dari berbagai indikator, seperti perkembangan tren PM2.5, sumbangan emisi tiap sektor, hingga dampaknya pada kesehatan warga.

Menurut pandangan Pemprov DKI, penanganan penurunan polusi udara tidak dapat dijalankan oleh satu wilayah sendirian melainkan membutuhkan aksi bersama yang terintegrasi antarinstansi daerah serta kerja sama lintas batas di sekitar ibu kota.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index