JAKARTA - Pemimpin Dewan Direksi Toyota Motor Corporation Akio Toyoda mengungkapkan kekhawatiran terbesarnya mengenai masa depan dunia otomotif saat diwawancarai oleh pengamat otomotif Mat Watson dalam program CarWow dari Inggris.
"Semua orang beralih ke BEV, ini adalah ketakutan terbesar saya," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran CarWow pada Senin (8/10).
Kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) sendiri ialah jenis kendaraan elektrik yang sepenuhnya mengandalkan daya baterai sebagai penggerak utamanya.
"Tiga atau empat tahun yang lalu, saya adalah satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, saya menyukai suara, dan saya menyukai mesin, dan saya ingin mempertahankan pekerjaan bagi pemasok mesin," kata Toyoda.
"Tetapi, tampaknya saya adalah satu-satunya. Saya merasa sangat sendirian," kata pencinta mobil itu.
Toyoda memaparkan bahwa memproduksi mobil ramah lingkungan yang bebas emisi karbon sekaligus menghasilkan keuntungan finansial mememang sebuah kewajiban, akan tetapi hal itu tidak memantik gairah pribadinya.
"Mobil adalah mainan saya. Saya ingin membuat mobil yang ingin saya simpan di garasi saya. Kalau saya harus membuat mobil netral karbon saja, itu tidak menarik," katanya.
Berbanding terbalik dengan para pesaingnya, raksasa otomotif asal Jepang ini terlihat belum terlalu gencar dalam menggelontorkan lini produk kendaraan listrik murni ke pasaran global.
Hingga sekitar setahun yang lalu, Toyota diketahui baru memasarkan varian bZ4X, sebelum akhirnya meluncurkan Urban Cruiser serta bZ4X Touring sebagai pilihan yang jumlahnya masih terbatas belakangan ini.
Selain terus mematangkan kesiapan teknologi mobil listrik, pabrikan dari Negeri Sakura ini juga gencar menaruh investasi untuk mengembangkan mobil hibrida, fuel cell electric vehicle (FCEV), serta mesin berbahan bakar hidrogen.
Manajemen Toyota sangat memahami bahwa ke depannya mereka diwajibkan untuk melahirkan lebih banyak model kendaraan ramah lingkungan, termasuk mobil listrik di dalamnya.
Melansir data terbaru dari Carscoops pada hari Rabu, penerus model GR Yaris diperkirakan akan bertransformasi menjadi mobil hibrida performa tinggi yang memadukan mesin baru 2.0 liter empat silinder turbo dengan motor listrik serta baterai berukuran ringkas.
Toyota pun diketahui tetap memproduksi mobil sport konvensional berbahan bakar bensin di kala regulasi ambang batas emisi global semakin mempersempit ruang gerak industri tersebut.
Pabrikan ini bahkan mengenalkan lini GR GT terbaru yang dibekali mesin V8 twin-turbo 4.0 liter murni tanpa kombinasi daya listrik, sekaligus bersiap memproduksi mobil sport terjangkau seperti suksesor MR2 dan menghidupkan kembali nama Celica.