A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$ai_summary

Filename: controllers/read.php

Line Number: 107

Diduga Hendak Tawuran, 20 Remaja di Kebumen Menangis Sungkem Ibu

Diduga Hendak Tawuran, 20 Remaja di Kebumen Menangis Sungkem Ibu

Diduga Hendak Tawuran, 20 Remaja di Kebumen Menangis Sungkem Ibu
Sebanyak 20 remaja yang diduga hendak terlibat tawuran antar-pelajar tak kuasa menahan tangis saat bertemu dengan orang tua mereka.(Sumber:NET)

KEBUMEN - Suasana penuh keharuan menyelimuti ruangan Gedung Tribrata Polres Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).

Sebanyak 20 anak muda yang diindikasikan bakal terlibat dalam aksi tawuran antarpelajar tidak mampu membendung air mata saat dipertemukan dengan orang tua masing-masing dalam agenda pembinaan yang diprakarsai oleh pihak kepolisian.

Satu demi satu dari pemuda tersebut bersimpuh di kaki ayah dan ibu mereka diiringi tangisan serta ungkapan penyesalan atas tindakan yang telah mereka lakukan.

Detik-detik haru ini menjadi bagian inti dari rangkaian pembinaan yang turut menghadirkan wali murid, pihak sekolah, pamong desa, serta jajaran kepolisian dari Polres Kebumen.

Seluruh remaja yang berjumlah 20 orang tersebut sebelumnya dijaring oleh personel Satresnarkoba Polres Kebumen pada Rabu dini hari kira-kira pukul 00.30 WIB.

Mereka didapati tengah berkumpul bersama di salah satu tempat nongkrong yang berlokasi di Desa Bendungan, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen.

Dari tempat kejadian perkara, aparat kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa tiga buah senjata tajam berjenis celurit yang berukuran panjang berkisar 70 sentimeter.

Alat pemukul dan pemotong tersebut ditengarai kuat bakal dipergunakan untuk melancarkan aksi tawuran yang sebelumnya telah diagendakan bersama kubu lawan.

Merujuk pada proses interogasi, kawanan remaja ini diduga kuat telah menjalin komunikasi serta saling melempar tantangan dengan kelompok lawan memanfaatkan platform media sosial.

Agenda perkelahian massal tersebut sedianya bakal dilangsungkan pada malam itu juga sebelum akhirnya pergerakan mereka terendus dan digagalkan oleh jajaran kepolisian.

Wakapolres Kebumen Kompol Andre Bachtiar Winanomo, yang bertindak memimpin jalannya agenda bimbingan mewakili Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengekspresikan rasa prihatin mendalam atas tren kenakalan remaja yang berisiko mengarah pada ranah kriminalitas.

Berdasarkan pandangan Andre, persoalan pelik ini tidak dapat semata-mata dibebankan kepada pundak aparat penegak hukum saja, melainkan wajib menjadi beban tanggung jawab kolektif antara lingkungan keluarga, institusi pendidikan, perangkat desa, hingga warga sekitar.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah. Pengawasan orang tua menjadi sangat penting," kata Andre.

Dirinya mengimbau para orang tua untuk lebih protektif dan mengetahui segala macam kegiatan anak-anak mereka, termasuk memantau lingkaran pertemanan serta pola pemanfaatan media sosial yang belakangan kerap dijadikan alat komunikasi antarkomunitas untuk merancang aksi tawuran.

"Ketahui anak bergaul dengan siapa, ke mana mereka pergi, dan bagaimana aktivitas mereka di media sosial," ujarnya.

Sepanjang proses pembinaan berlangsung, didapati fakta lapangan bahwa mayoritas orang tua sama sekali tidak mengetahui keberadaan anak-anak mereka pada malam saat peristiwa itu bergulir.

Sederet remaja ini diketahui pergi meninggalkan rumah tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua.

Beberapa orang tua murid mengonfirmasi mulai didera rasa cemas tatkala mendapati buah hati mereka belum juga menampakkan batang hidungnya di rumah hingga waktu pagi menjelang.

Rasa was-was tersebut pada akhirnya terjawab usai mereka menerima informasi resmi dari pihak Polres Kebumen yang mengabarkan bahwa anak laki-laki mereka sedang diamankan akibat indikasi rencana aksi tawuran.

Di depan para petugas kepolisian dan juga orang tua, para siswa tersebut menyampaikan penyesalan mendalam dan mengikrarkan janji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

Aparat penegak hukum juga tengah menelisik adanya potensi keterikatan dari beberapa pemuda yang terjaring ini dengan kelompok bermotor yang belum lama ini sempat menghebohkan media sosial lantaran melakukan aksi konvoi sembari memamerkan senjata tajam.

Pada sisi lain, para wali murid melayangkan rasa syukur sekaligus apresiasi yang tinggi kepada jajaran Polres Kebumen atas tindakan responsifnya dalam mengantisipasi tragedi tersebut.

Mereka beranggapan bahwasanya tindakan pencegahan yang dipraktikkan oleh kepolisian telah menyelamatkan masa depan anak-anak mereka dari risiko menjadi pelaku ataupun korban dalam aksi kekerasan jalanan yang rentan merenggut nyawa.

"Polres Kebumen berharap para remaja dapat mengambil pelajaran berharga dan kembali fokus pada pendidikan serta kegiatan positif sehingga tidak terjerumus ke dalam tindakan yang dapat merusak masa depan mereka," tutup Wakapolres.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index