BANDUNG - Pencapaian luar biasa kembali diukir oleh peramu taktik berkebangsaan Kroasia, Bojan Hodak.
Ia secara resmi dinobatkan sebagai juru taktik terbaik dalam kompetisi Super League 2025-2026 setelah berhasil mengantarkan Persib Bandung mempertahankan gelar juara liga selama tiga musim beruntun.
Semenjak memimpin skuad Maung Bandung pada musim 2023-2024, sosok ini selalu sukses membawa pulang penghargaan individu yang prestisius tersebut.
Pencapaian ini sekaligus mengukir sejarah manis dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Meskipun demikian, pria ini tetap bersikap rendah hati dan menegaskan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari kerja keras kolektif.
Dia akan mengemban peran baru sebagai Technical Advisor Persib Bandung untuk menghadapi kompetisi musim depan.
Melalui penjelasannya, Hodak menekankan bahwa gelar pelatih terbaik bukanlah pencapaian personal semata, melainkan hasil dari sinergi seluruh komponen di dalam tim.
"Lihat, tentu bagus bagi saya untuk menjadi pelatih terbaik," ungkap Hodak dikutip dari situs resmi I.League, Selasa (9/6/2026). "Tapi mengenai ini, ini bukan hanya berkat saya seorang. Ini ada andil dari manajemen, pemain, staf dan juga suporter klub, semua memiliki bagian atas hal ini."
Setelah masa tugasnya selesai, posisi pelatih kepala akan diteruskan oleh Igor Tolic, yang selama ini menjadi sosok penting di balik skema permainan Persib.
Tolic menerima warisan kerangka tim yang sudah solid, dengan perkiraan 80 persen pemain pilar dipertahankan demi menjaga stabilitas performa tim.
"Mayoritas dari mereka, mungkin 80 persen akan bertahan. Ketika berada di peringkat pertama, kami tidak perlu melakukan banyak perubahan. Mungkin tidak akan seperti musim lalu karena tim-tim lain membidik pemain kami," urai Tolic. “Tahun ini, saya rasa kebanyakan dari pemain masih memiliki kontrak. Jadi mungkin bisa saya katakan sebanyak 80 persen akan bertahan,” sebutnya.
Pihak manajemen Persib Bandung saat ini tengah melakukan diskusi intensif dengan Tolic untuk menyusun kedalaman komposisi pemain.
Pada musim balapan yang akan datang, Persib akan dihadapkan pada jadwal laga yang sangat padat karena mesti berlaga di empat kompetisi sekaligus, yaitu Super League, Piala Liga, ASEAN Club Championship, dan AFC Champions League Two.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa kedalaman skuad akan diperkuat dengan kedatangan pemain-pemain baru seiring selesainya sanksi pendaftaran pemain dari FIFA.
Tantangan berat berlaga di empat turnamen secara bersamaan menjadi standar baru bagi klub sepak bola nasional yang akan diperjuangkan Persib secara optimal.
“Pastinya skuat lebih besarlah dari musim-musim sebelumnya untuk persiapan yang pas. Kami ada komunikasi beberapa hari terakhir," terang Adhitia. "Coach juga lagi coba meramu program latihan, kami akan berkomunikasi dengannya untuk nanti kami lebih spesifik merancang jadwal latihan, kapan tim kumpul, pemain, dan segala macamnya,” pungkasnya.