Tampang Menantu Tersangka Sate Beracun yang Tewaskan Mertua

Tampang Menantu Tersangka Sate Beracun yang Tewaskan Mertua
PW, menantu yang mengirim sate maut ke mertua di Boyolali.(Sumber:NET)

BOYOLALI - Polres Boyolali menetapkan PW (40) sebagai tersangka atas meninggalnya Aminah (57), seorang warga Sindon, Ngemplak, Boyolali.

Berikut adalah gambaran wajah tersangka yang tega membubuhkan racun tikus pada sate ayam yang dikirimkan kepada korban.

Dalam agenda konferensi pers mengenai kasus tersebut, sosok tersangka tidak dibawa secara langsung ke hadapan media.

Foto dari tersangka hanya diperlihatkan melalui sebuah layar LCD monitor yang disediakan di area konferensi pers.

Berdasarkan foto yang ditunjukkan, tampak tersangka mengenakan pakaian tahanan berwarna biru milik Polres Boyolali.

Kaos lengan pendek dengan nomor lambung 11 tersebut memiliki tulisan 'Sat Tahti' pada sisi depannya.

Tersangka yang kini berumur 40 tahun itu terlihat mempunyai gaya potongan rambut yang pendek.

Sementara itu pada bagian wajahnya, tepatnya di area mata, tampak diberikan sensor penutup berwarna hitam.

Bentuk badannya terlihat cukup gempal.

Kemudian pada bagian bawah foto tersebut tertera keterangan bertuliskan 'Tersangka PW'.

PW sendiri merupakan menantu dari Aminah yang sengaja menaburkan racun tikus ke makanan sate ayam sebelum dikirimkan kepada korban.

"Pelaku (PW) saat ini dan sudah dalam proses pemeriksaan sebagai tersangka. Dari saksi sudah kami naikkan tersangka," Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, dalam pers rilis yang dilaksanakan di Mapolres setempat, dilansir detikJateng, Selasa (9/6/2026).

Di hadapan para penyidik, tersangka PW pun sudah memberikan pengakuan bahwa dirinya merupakan pihak yang mengirimkan sate ayam beracun itu kepada korban.

Sebelum paket makanan itu dikirim ke rumah korban lewat jasa ojek online, tersangka terlebih dahulu membubuhkan racun tikus ke dalamnya.

"Diakui oleh terduga pelaku bahwa terduga pelaku membeli sate tersebut kemudian mencampur racun tikus yang pelaku beli ke dalam sate tersebut. Kemudian, dengan menggunakan akun palsu mengirimkan ke kediaman almarhumah atau korban," jelasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index