GORONTALO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara segera melaksanakan rapat koordinasi pasca gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang daerah tersebut pada Senin (8/6/2026) pagi.
“Kami sedang rapat yang dihadiri bupati dan instansi terkait,” kata Sumitro Datunsolang Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo Utara saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/6/2026).
Sumitro belum membeberkan hasil dari rapat darurat tersebut lantaran pertemuan baru saja dilangsungkan.
Meski begitu, pembicaraan ini diprediksi kuat berfokus pada langkah-langkah mitigasi guna menghadapi potensi dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi tersebut.
Gempa ini berpusat pada koordinat 5,80 derajat lintang utara serta 125,14 derajat bujur timur, tepatnya di wilayah laut yang berjarak 244 Km dari arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 km.
Melalui hasil pemodelan yang dirilis oleh BMKG, getaran kuat ini dikhawatirkan dapat memicu datangnya gelombang tsunami.
Menurut Sumitro, berdasarkan rekomendasi serta arahan dari Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo, daerah tersebut masuk dalam status siaga, yang berarti warga diimbau untuk menjauhi kawasan pantai dan segera menuju ke tempat aman yang lebih tinggi.
Wilayah Kabupaten Gorontalo Utara sendiri memiliki bentangan garis pantai yang cukup panjang di pesisir Laut Sulawesi, dengan batas wilayah sebelah utara langsung berhadapan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Provinsi Sulawesi Utara dan sisi barat berbatasan dengan Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah.
Daerah ini pun mempunyai deretan pulau-pulau kecil yang berada di bagian utara daratan Sulawesi.