PONTIANAK - Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil diungkap. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat lima orang perempuan yang hampir saja dijual ke negara China.
Dugaan kasus ini terkuak ketika aparat kepolisian melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan H Kadir, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur pada Senin (25/5/2026).
Kediaman itu ditengarai menjadi lokasi penampungan sementara sebelum para korban dikirimkan menuju China.
Ketua RT 003/RW 006, Syarif Yakob Alkadrie menyebutkan bahwa dirinya ikut hadir secara langsung guna menyaksikan proses pemeriksaan di rumah salah satu warganya itu. "Jadi rumah itu seperti penampungan. Kalau sudah lengkap baru berangkat," kata Yakop saat ditemui di kediamannya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Yakop di lokasi kejadian, rencananya masih terdapat tiga perempuan lagi yang bakal dikirim ke Pontianak. "Info yang saya dengar, masih ada tiga lagi. Total jadi lima. Kalau semuanya sudah datang, baru diberangkatkan ke China," ujarnya.
Adapun dua perempuan yang kini telah diamankan masing-masing berumur kurang lebih 15 tahun dan 25 tahun.
Di samping itu, petugas kepolisian juga mengamankan seorang wanita berumur sekitar 40 tahun yang ditengarai bertindak sebagai pihak perekrut.
Muncul dugaan kuat bahwa para korban rencananya akan dikirim ke China guna dikawinkan dengan pria di sana.
Indikasi tersebut diperkuat lewat penemuan sejumlah dokumen perjalanan, paspor, hingga surat perjanjian tertulis yang berisi jeratan utang untuk pihak keluarga korban.
Perkara ini mulanya terungkap lantaran warga menaruh curiga pada aktivitas penghuni rumah yang cenderung tertutup serta tidak pernah melapor ke pengurus lingkungan setempat.
Rasa curiga warga tersebut lalu diadukan kepada ketua RT, sebelum akhirnya diteruskan menuju pihak kelurahan dan aparat kepolisian.
"Saya langsung lapor ke lurah, lalu lurah melapor ke Polsek," kata Yakop.
Untuk saat ini, dua wanita yang berasal dari Medan beserta satu perempuan yang diduga sebagai perekrut telah digelandang ke Polresta Pontianak guna menjalani pemeriksaan mendalam.
Pihak kepolisian pun masih terus mengusut dugaan TPPO ini serta melacak kemungkinan adanya korban-korban lain yang belum sempat dikirim.