JAKARTA – Danantara berencana mengolah ribuan ton sampah di Jakarta menjadi energi listrik guna mengatasi krisis lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah strategis ini menjadi fokus utama dalam upaya pembersihan limbah perkotaan yang kian menumpuk setiap harinya.
Proyek ini dirancang untuk mengintegrasikan teknologi pengolahan limbah termal guna menghasilkan daya listrik yang stabil bagi warga ibu kota.
"Kita akan coba masuk di masalah sampah di Jakarta. Sampah itu ada 8.000 ton per hari, dan itu bisa kita jadikan energi listrik," ujar Muliaman Hadad, selaku Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara saat ditemui di Jakarta pada, Senin (04/05/2026).
Muliaman Hadad menjelaskan bahwa potensi besar dari limbah domestik belum tergarap secara maksimal sehingga membutuhkan intervensi investasi yang kuat dan terencana.
Danantara akan melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jakarta untuk menyinkronkan data volume sampah harian.
Kapasitas pengolahan rencananya akan disesuaikan dengan kebutuhan jaringan listrik yang ada di wilayah penyangga.
Pihak manajemen optimis bahwa teknologi ini tidak hanya membersihkan lingkungan tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan.
Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah ini diprediksi memerlukan waktu sekitar 2 hingga 3 tahun untuk beroperasi penuh.
Skema pendanaan proyek tersebut akan melibatkan kemitraan strategis dengan investor global yang memiliki spesialisasi di sektor energi terbarukan.
Dukungan pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat proses perizinan dan penyediaan lahan yang diperlukan di sekitar titik kumpul sampah utama.