JAKARTA – BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia hari ini.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh adanya aktivitas gangguan atmosfer yang terpantau masih cukup signifikan.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif di tanah air.
"Sirkulasi siklonik terpantau berada di Samudra Hindia barat Sumatera, Laut Natuna, dan Laut Jawa yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi," ujar Andri Ramdhani, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).
Pihak BMKG mengingatkan adanya risiko banjir atau longsor bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.
Kecepatan angin yang meningkat juga menjadi perhatian serius bagi keselamatan pelayaran di beberapa perairan.
Masyarakat disarankan untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi milik pemerintah.
Persiapan menghadapi perubahan cuaca yang tiba-tiba sangat krusial guna meminimalisir dampak kerugian material maupun korban jiwa.