Kemensos

Kemensos: Sekolah Rakyat Deli Serdang Jadi Fokus Pendidikan 2026

Kemensos: Sekolah Rakyat Deli Serdang Jadi Fokus Pendidikan 2026
Kemensos: Sekolah Rakyat Deli Serdang Jadi Fokus Pendidikan 2026

JAKARTA - Pembangunan sektor pendidikan berbasis pemerataan kembali menjadi fokus pemerintah melalui program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos). 

Salah satu proyek prioritas yang kini tengah berjalan adalah pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang ditargetkan rampung pada Juli 2026 dan langsung dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kehadiran fasilitas pendidikan terpadu ini diharapkan mampu menjadi model baru dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan di Indonesia.

Pembangunan Sekolah Rakyat Deli Serdang Dipercepat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Deli Serdang berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2026. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 7,06 hektare dan dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

"Sungguh saya bersyukur karena proses pembangunannya berjalan lancar dan gedung permanen ini nanti akan menampung lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, SMA," kata Menteri Sosial Saifullah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, saat meninjau lokasi pembangunan di Tandam Hulu Satu, Hamparan Perak, Deli Serdang.

Gedung tersebut tidak hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas asrama, ruang makan, tempat ibadah, serta sarana olahraga seperti lapangan sepak bola. Konsep ini dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lengkap dan mendukung pembentukan karakter siswa secara menyeluruh.

Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Pendidikan Nasional

Selain di Deli Serdang, pemerintah juga tengah membangun sekitar 100 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Proyek ini dikerjakan secara serentak dengan melibatkan sekitar 500 pekerja di setiap lokasi pembangunan.

Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa total tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan program ini mencapai lebih dari 50 ribu orang di seluruh Indonesia. Skala besar ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan di berbagai wilayah.

"Itu artinya, hari ini sedang bekerja lebih dari 50 ribu pekerja yang sedang bergotong-royong bersama-sama untuk membangun gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Pendekatan pembangunan secara masif ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian infrastruktur pendidikan yang menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Progres Pembangunan Di Wilayah Sumatera Utara

Di tingkat regional, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara Kementerian Pekerjaan Umum Kurniawan menjelaskan bahwa terdapat lima titik pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Sumatera Utara. Lokasi tersebut meliputi Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Padang Sidempuan.

Menurutnya, progres pembangunan di seluruh lokasi tersebut berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas dapat mulai digunakan pada 20 Juli 2026.

"Untuk progres secara keseluruhan sudah bagus. Kami menargetkan di tanggal 20 Juli 2026 sesuai arahan Pak Menteri PU, itu mudah-mudahan sudah bisa digunakan," ujarnya.

Kehadiran fasilitas pendidikan ini diharapkan mampu memperkuat pemerataan layanan pendidikan, khususnya di wilayah Sumatera Utara, serta menjadi bagian dari transformasi sistem pendidikan berbasis inklusi sosial.

Sekolah Rakyat Sebagai Model Pengentasan Kemiskinan Terpadu

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu inisiatif prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam kategori Desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan berbagai kebijakan sosial lainnya seperti Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga penerima manfaat.

Dengan pendekatan terpadu tersebut, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat intervensi sosial yang menyasar akar permasalahan kemiskinan secara langsung. Model ini diharapkan dapat menciptakan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kemensos mencatat saat ini telah terdapat 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan yang tersebar di 38 provinsi dengan kapasitas mencapai 15.900 siswa. Program ini didukung oleh sekitar 2.400 guru serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan yang bertugas di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Keberadaan jaringan Sekolah Rakyat tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi telah berkembang menjadi sistem pendidikan nasional berbasis pemerataan sosial. 

Dengan dukungan infrastruktur yang terus diperluas, pemerintah menargetkan program ini dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia.

Dengan percepatan pembangunan di berbagai daerah, termasuk Deli Serdang, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi simbol transformasi pendidikan yang inklusif, modern, dan berorientasi pada pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index