JAKARTA - Transformasi digital kini menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.
Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, pemerintah menilai pemanfaatan teknologi digital perlu dipercepat agar UMKM mampu berkembang dan beradaptasi dengan perubahan ekonomi global.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya percepatan adopsi teknologi digital oleh pelaku UMKM agar produk lokal mampu bersaing dengan produk impor, baik di pasar domestik maupun di pasar global.
Dorongan tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai program pelatihan dan penguatan kapasitas digital bagi pelaku usaha. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah kegiatan AIM ASEAN Roadshow yang digelar di Palembang, yang menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan bagi UMKM.
Komitmen Pemerintah Memperkuat Digitalisasi UMKM
Pemerintah menilai digitalisasi UMKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha kecil. Dengan memanfaatkan teknologi digital, UMKM dapat mengoptimalkan berbagai aspek bisnis mulai dari pemasaran hingga pengelolaan operasional usaha.
Dalam rapat terbatas yang berlangsung di Istana Merdeka, Presiden Prabowo menekankan bahwa adopsi teknologi digital menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Pemerintah ingin memastikan bahwa UMKM Indonesia tidak tertinggal dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai dapat membantu pelaku usaha memahami perilaku konsumen serta dinamika pasar yang terus berubah. Dengan dukungan teknologi, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses ke pasar yang lebih luas.
Langkah percepatan digitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi global.
Pelatihan AI untuk Pelaku UMKM di Palembang
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan menggelar kegiatan AIM ASEAN Roadshow yang berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan wilayah Sumatera Selatan pada 8 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 300 pelaku UMKM yang berasal dari berbagai sektor usaha. Melalui program tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam pengembangan usaha.
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, menjelaskan bahwa teknologi AI memiliki potensi besar untuk membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi serta memahami kebutuhan pasar secara lebih akurat.
“Pelaku UMKM, termasuk usaha mikro, dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi, memahami pasar, hingga menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diperkenalkan pada berbagai konsep dasar pemanfaatan AI yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan bisnis sehari-hari.
Tantangan Transformasi Digital UMKM
Meskipun digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, pemerintah mengakui bahwa proses transformasi digital UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan literasi digital di kalangan pelaku usaha kecil.
Selain itu, kesenjangan akses terhadap teknologi di berbagai daerah juga menjadi faktor yang mempengaruhi kecepatan transformasi digital UMKM. Tidak semua pelaku usaha memiliki akses yang sama terhadap teknologi serta pelatihan yang memadai.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah terus mendorong pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas akses pengetahuan dan teknologi.
Dalam kegiatan di Palembang, peserta tidak hanya mengikuti diskusi, tetapi juga memperoleh pelatihan teknis mengenai dasar-dasar kecerdasan buatan. Materi yang diberikan mencakup tahapan adopsi teknologi dalam bisnis serta prinsip penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Materi pelatihan tersebut disusun secara praktis oleh KUMPUL Impact agar pelaku usaha dapat langsung menerapkannya dalam aktivitas bisnis mereka.
Kolaborasi Regional untuk Mendorong Inovasi UMKM
Program AIM ASEAN yang menjadi bagian dari kegiatan ini merupakan inisiatif regional yang bertujuan memperkuat inovasi dan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara. Program tersebut dijalankan oleh ASEAN Foundation bersama AVPN, dengan KUMPUL Impact sebagai mitra pelaksana di Indonesia.
Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas jaringan pasar. Transformasi digital juga diharapkan mampu membuka peluang baru bagi pengembangan usaha di tingkat lokal maupun regional.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan terhadap inisiatif tersebut. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menilai program ini sejalan dengan inisiatif “Seratus Ribu Sultan Muda” yang bertujuan mencetak generasi wirausahawan baru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kolaborasi lintas sektor seperti ini dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih inovatif. Dengan dukungan teknologi digital, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk serta memperkuat posisi mereka dalam persaingan pasar.
Melalui berbagai program pelatihan dan kolaborasi tersebut, pemerintah optimistis bahwa transformasi digital UMKM dapat berjalan lebih cepat. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, diyakini akan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia.