Ekspor

Ekspor Perdana Bunga Pala ID Food Tembus Pasar India

Ekspor Perdana Bunga Pala ID Food Tembus Pasar India
Ekspor Perdana Bunga Pala ID Food Tembus Pasar India

JAKARTA - Di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi perdagangan internasional, langkah ekspor baru dari sektor pangan nasional menjadi sinyal positif bagi upaya perluasan pasar Indonesia.

Salah satu terobosan terbaru datang dari BUMN pangan ID Food yang resmi melepas ekspor perdana komoditas bunga pala atau mace ke India pada Rabu, 8 April 2026. 

Pengiriman ini bukan sekadar transaksi dagang biasa, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pasar global bagi komoditas lokal bernilai tinggi.

Ekspor perdana ini menunjukkan bahwa rempah-rempah Indonesia masih memiliki daya saing kuat di pasar internasional. Di tengah kebutuhan dunia terhadap bahan baku pangan, herbal, hingga minyak atsiri, bunga pala menjadi salah satu komoditas yang punya prospek besar. 

Dengan pasar India yang dikenal luas sebagai salah satu pengguna rempah utama, langkah ini dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam perdagangan rempah global.

SEVP Bisnis dan PSO ID FOOD Yosdian Adi Pramono menegaskan, penguatan ekspor menjadi salah satu langkah strategis di tengah dinamika dan tantangan ekonomi dunia saat ini. 

Menurut dia, ekspor tidak hanya berfungsi untuk memperluas pasar, tetapi juga membantu menjaga stabilitas sektor pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Komitmen tersebut diwujudkan ID FOOD melalui realisasi ekspor perdana komoditas bunga pala (mace) ke India yang dilepas hari ini di Tanjung Perak, Surabaya,” ungkap Yosdian.

Ekspor Perdana Jadi Langkah Strategis Perluas Pasar Global

Pelepasan ekspor perdana bunga pala ke India menjadi salah satu langkah konkret pemerintah melalui ID Food dalam memperluas penetrasi pasar global. 

Pengiriman ini menandai dimulainya kerja sama dagang baru untuk komoditas rempah Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, ekspor menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kinerja sektor pangan nasional. 

Selain membuka peluang pasar baru, ekspor juga dinilai mampu meningkatkan daya saing komoditas lokal dan memperkuat ketahanan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Yosdian menyampaikan bahwa komitmen ekspor ini menjadi bagian dari strategi ID Food dalam menghadirkan nilai tambah yang lebih besar bagi komoditas dalam negeri. Bunga pala dipilih karena memiliki permintaan tinggi di pasar internasional dan dapat diolah untuk berbagai kebutuhan industri.

Dengan pelepasan ekspor perdana ini, ID Food tidak hanya menjalankan peran sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai penghubung antara potensi komoditas lokal dengan pasar ekspor yang lebih luas. 

Langkah ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi ekspansi komoditas rempah lainnya ke berbagai negara tujuan.

Bunga Pala Dikirim Ke India Dari Mitra Lokal

Produk bunga pala yang diekspor oleh ID Food dipasok oleh mitra lokal, yakni RHA Semesta Berjaya. Sementara itu, komoditas tersebut dikirim kepada importir NS Impex di India. 

Keterlibatan mitra lokal dalam ekspor ini menunjukkan bahwa rantai bisnis yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pasar luar negeri, tetapi juga melibatkan pelaku usaha dalam negeri secara langsung.

Di negara tujuan, bunga pala akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Komoditas ini digunakan sebagai bahan bumbu masak, obat herbal, hingga essential oil. 

Ragam fungsi tersebut menunjukkan bahwa bunga pala bukan hanya komoditas rempah biasa, tetapi juga bahan baku penting bagi sejumlah industri bernilai tinggi.

Dalam pengiriman tahap pertama ini, ID Food mengekspor sebanyak satu container dari total kontrak 40 kontainer. Jumlah tersebut menjadi indikasi bahwa ekspor ini bukan pengiriman sesaat, melainkan bagian dari kerja sama yang telah dirancang untuk berkelanjutan.

Pengiriman juga direncanakan berlangsung secara reguler dengan target dua kontainer 20 feet setiap bulan. Dengan pola pengiriman berkelanjutan seperti ini, peluang peningkatan volume ekspor terbuka cukup besar, apalagi jika permintaan pasar India terus menunjukkan tren positif.

ID Food Jajaki Komoditas Lain Untuk Pasar India

Tak berhenti pada bunga pala, ID Food juga mulai melihat peluang lebih luas di pasar India. Menurut Yosdian, perusahaan saat ini tengah menjajaki potensi ekspor komoditas lain yang dinilai memiliki prospek besar di negara tersebut.

“Selain itu, ID FOOD juga tengah menjajaki potensi ekspor komoditas lainnya ke pasar India, seperti buah pinang, kunyit, dan temulawak yang memiliki peluang pasar yang cukup besar,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa ekspor bunga pala hanya menjadi langkah awal dalam strategi pengembangan pasar rempah dan komoditas herbal Indonesia. 

Buah pinang, kunyit, dan temulawak merupakan komoditas yang juga memiliki permintaan cukup tinggi di sejumlah negara, terutama untuk kebutuhan pangan, kesehatan, dan industri berbasis herbal.

Yosdian menambahkan, ID Food menargetkan akan kembali merealisasikan ekspor komoditas serupa pada bulan ini. Langkah itu sejalan dengan upaya penguatan sourcing bahan baku, baik untuk bunga pala maupun komoditas potensial lainnya seperti pinang.

Penguatan sourcing dinilai penting agar pasokan bahan baku tetap terjaga dan kualitas produk sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor. Dengan begitu, ekspor bisa dilakukan secara konsisten tanpa mengganggu keberlanjutan rantai pasok domestik.

Dorong Nilai Tambah Petani Dan Perkuat Posisi Indonesia

Langkah ekspor ini diharapkan dapat semakin memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal. Ketika komoditas lokal berhasil masuk pasar global, manfaat ekonomi yang tercipta tidak hanya dinikmati di level korporasi, tetapi juga dapat mengalir hingga ke tingkat produsen bahan baku.

Yosdian menjelaskan, ekspor ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperluas penetrasi pasar ekspor rempah Indonesia, khususnya bunga pala yang memiliki permintaan tinggi di pasar global. 

Harapan ini cukup beralasan, mengingat Indonesia memang merupakan salah satu produsen utama pala dunia.

Berdasarkan data BRIN, Indonesia menguasai sekitar 70%–75% produksi pala dunia dengan nilai ekspor mencapai US$ 185,32 juta. Angka tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat dalam perdagangan pala internasional.

Selain itu, permintaan komoditas pala juga terus meningkat di pasar global, khususnya untuk kebutuhan industri makanan, farmasi, dan kosmetik. 

Dengan tren permintaan yang terus tumbuh, ekspor perdana bunga pala ke India dapat menjadi pijakan penting untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat identitas Indonesia sebagai salah satu pusat rempah dunia.

Jika pengiriman berjalan konsisten dan pasar terus berkembang, maka langkah ID Food ini berpotensi menjadi model penguatan ekspor komoditas rempah nasional. 

Bukan hanya memperluas pasar global, tetapi juga membuka peluang baru bagi petani, pelaku usaha lokal, dan industri hilir untuk menikmati nilai tambah yang lebih besar dari kekayaan rempah Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index