FKS Food

FKS Food AISA Siapkan Kuasi Reorganisasi Demi Kinerja Baru

FKS Food AISA Siapkan Kuasi Reorganisasi Demi Kinerja Baru
FKS Food AISA Siapkan Kuasi Reorganisasi Demi Kinerja Baru

JAKARTA - Langkah strategis untuk memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan kembali ditempuh oleh emiten sektor makanan.

Di tengah upaya mempertahankan tren kinerja positif, penataan ulang laporan keuangan menjadi fokus penting guna menciptakan fondasi bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan. 

Strategi ini tidak hanya bertujuan memperbaiki struktur keuangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan di masa depan.

PT FKS Food Sejahtera Tbk. (AISA) menyampaikan rencana untuk melakukan kuasi reorganisasi untuk menata kembali kondisi laporan keuangan konsolidasian perseroan. 

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi publik menjelaskan kuasi reorganisasi ini agar dapat menunjukkan posisi keuangan yang lebih sehat dan kinerja perseroan, tanpa dibebani defisit masa lalu.

Secara rinci, dia menyebut langkah kuasi organisasi ini agar dapat memberikan gambaran yang sesungguhnya atas kondisi keuangan perseroan saat ini dan kedepannya.

“Perseroan diharapkan dapat melanjutkan kinerja positif dengan lebih baik lagi atau fresh start, dengan posisi keuangan saat ini tanpa dibebani defisit masa lalu,” tulis manajemen.

Strategi Eliminasi Defisit Dan Perbaikan Ekuitas

Selain itu juga agar dapat memperbaiki struktur ekuitas perseroan dengan mengeliminasi defisit dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali serta penurunan modal saham.

Menurut manajemen AISA dengan tidak adanya saldo defisit, perseroan memiliki kemampuan untuk membagikan dividen di masa depan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga akan meningkatkan minat dan daya tarik bagi investor untuk memiliki saham perseroan.

Dengan kondisi posisi keuangan tanpa dibebani defisit masa lalu, perseroan diharapkan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha.

“Perkiraan tanggal pelaksanaan kuasi reorganisasi adalah ketika telah diperolehnya persetujuan Menkum atas pengurangan modal dasar, dan modal ditempatkan dan disetor perseroan,” lanjut manajemen AISA.

Latar Belakang Defisit Dan Perbaikan Kinerja

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan mencatat saldo defisit sebesar Rp2,7 triliun. Rugi usaha pada tahun 2017 sebagian besar disebabkan oleh penyisihan penurunan nilai terkait dengan piutang pihak berelasi sebesar Rp4,3 triliun dan penurunan nilai investasi sebesar Rp893 miliar.

Memasuki tahun 2023 hingga saat ini, Perseroan berhasil membukukan laba usaha dan laba neto yang konsisten yang disebabkan oleh perluasan jalur distribusi pemasaran, penekanan biaya produksi yang lebih efisien serta senantiasa selalu melahirkan produk-produk baru yang kompetitif.

Perbaikan kinerja ini menjadi dasar penting bagi perusahaan untuk melakukan penataan ulang keuangan. Dengan tren positif yang sudah terbentuk, langkah kuasi reorganisasi diharapkan mampu memperkuat posisi keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.

Mekanisme Penyesuaian Modal Dan Dampaknya

Rencananya kuasi reorganisasi dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi dengan menggunakan pos-pos ekuitas dengan memanfaatkan agio saham sebesar Rp1,31 triliun dan selisih nilai transaksi entitas sepengendali senilai Rp197,8 miliar.

Sisa defisit yang belum tertutup akan diatasi melalui mekanisme penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar. Nilai nominal saham Seri A akan diturunkan dari Rp500 menjadi Rp181 per saham, sementara saham Seri B akan turun dari Rp200 menjadi Rp72 per saham.

Melalui langkah ini, modal ditempatkan dan disetor penuh yang semula Rp1,9 triliun akan disesuaikan menjadi sekitar Rp685,16 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan AISA untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia perseroan mencatatkan penjualan Rp1,96 triliun atau bertumbuh 1,95% dari Rp1,92 triliun pada 2024. 

Beban pokok penjualan 2025 justru berhasil ditekan 1,47% secara tahunan menjadi Rp1,2 triliun.

Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2025 senilai Rp89,13 miliar atau meningkat 28,29 persen dibandingkan laba bersih 2024.

Dengan langkah kuasi reorganisasi ini, perusahaan diharapkan dapat memulai babak baru dengan kondisi keuangan yang lebih sehat dan transparan. Upaya ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor bahwa perusahaan serius dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Ke depan, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada realisasi seluruh tahapan yang telah direncanakan serta kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kinerja positif. 

Jika berjalan sesuai rencana, langkah ini berpotensi meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus memperkuat posisi di industri makanan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index