JAKARTA - Menu sarapan sederhana kerap justru menjadi yang paling menggugah selera. Hal itu pula yang terlihat dari unggahan terbaru Susi Pudjiastuti yang membagikan momen sarapan paginya.
Meski tanpa sajian mewah, pilihan menu yang disantap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu justru sukses mencuri perhatian warganet karena tampil sederhana, akrab dengan keseharian, tetapi tetap bikin ngiler.
Susi Pudjiastuti memang dikenal cukup sering membagikan makanan favoritnya kepada publik. Dalam beberapa kesempatan, ia kerap memperlihatkan selera makannya yang dekat dengan kuliner rumahan dan jajanan tradisional.
Kali ini, lewat unggahan di akun X miliknya, @susipudjiastuti, Susi memperlihatkan menu sarapan yang disebutnya sebagai kejutan di pagi hari.
Dalam unggahan tersebut, Susi tampak antusias menjelaskan hidangan yang ia santap. Menu yang dipilih bukan makanan modern atau berkelas restoran, melainkan jajanan khas daerah yang akrab di lidah masyarakat.
Justru dari kesederhanaan itulah banyak orang merasa relate, sekaligus tergoda untuk ikut mencicipi.
Unggahan itu pun langsung ramai diperbincangkan. Tidak sedikit warganet yang memuji pilihan sarapan Susi, bahkan menilai sajian tersebut sebagai representasi kuliner rumahan yang sederhana tetapi punya daya tarik kuat.
Selain mengundang selera, unggahan itu juga dianggap ikut membantu mempromosikan pelaku usaha kecil yang menjual makanan tradisional.
Sarapan Sederhana Yang Bikin Banyak Orang Tertarik
Dalam video yang diunggah di akun X, Susi Pudjiastuti membuka keterangannya dengan kalimat singkat yang membuat banyak orang penasaran. "Surprise sarapan pagi," ungkapnya dalam keterangan video.
Tak lama kemudian, Susi menjelaskan langsung menu apa yang sedang ia santap. Dengan gaya santai, ia menyapa pengikutnya sambil menceritakan pilihan sarapan yang dinikmatinya pagi itu.
"Selamat pagi! Kalian sarapan dengan apa? Saya hari ini biasa pesan serabi, pancake khas Pangandaran dari beras sama santan dan kelapa, jadi rasanya gurih," ujarnya.
Pilihan serabi sebagai menu sarapan langsung mencuri perhatian. Serabi memang dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional yang banyak disukai karena teksturnya lembut dengan rasa gurih khas dari campuran beras, santan, dan kelapa.
Dalam konteks yang disampaikan Susi, serabi khas Pangandaran itu digambarkan seperti pancake tradisional yang sederhana, tetapi punya cita rasa kuat dan menggugah selera.
Tak hanya itu, sajian pendamping yang ia nikmati juga tak kalah menarik. Alih-alih lauk yang biasa, Susi menyebut ada keripik tempe yang disajikan bersama serabi tersebut.
Perpaduan Serabi Dan Tempe Yang Unik
Selain serabi, Susi juga menyoroti olahan tempe yang menurutnya cukup berbeda dari biasanya. Ia mengaku terkejut karena bentuk dan penyajiannya tidak seperti tempe goreng tepung yang umum ditemui.
"Terus sama keripik tempe. Saya surprise, biasanya tempe itu dipotong kotak terus digoreng tepung. Tapi kali ini dihancurkan dan dijadikan kayak peyek," tambahnya.
Pernyataan itu menunjukkan bagaimana Susi melihat adanya sentuhan kreativitas dalam olahan tempe yang disajikan. Tempe yang lazim dipotong dan digoreng tepung diubah bentuknya menjadi keripik mirip rempeyek.
Hasilnya bukan hanya memberi sensasi baru dari segi tampilan, tetapi juga menambah nilai unik pada makanan yang sebenarnya sangat sederhana.
Susi kemudian menilai bahwa kreativitas seperti ini menjadi bukti bagaimana pedagang kecil berusaha bertahan di tengah tantangan ekonomi. Ia bahkan menuliskan pandangannya secara khusus dalam keterangan unggahan tersebut.
"Gorengan tempe membuktikan betapa besar kreatifitas pedagangnya untuk bisa bertahan supaya tetap bisa jualan, tetap mendapatkan keuntungan dari dagangannya, dan mempertahankan customernya happy."
Dari pernyataan itu, unggahan sarapan Susi tak hanya soal makanan, tetapi juga menyiratkan apresiasi terhadap inovasi para pelaku usaha rumahan.
Menurutnya, kreativitas sederhana dalam mengolah bahan yang umum seperti tempe bisa menjadi strategi penting agar dagangan tetap diminati pelanggan.
Respons Warganet Dan Dukungan Untuk Jajanan Rumahan
Unggahan menu sarapan Susi Pudjiastuti langsung menuai banyak respons dari warganet. Banyak yang mengaku tertarik dengan kombinasi serabi dan olahan tempe yang dianggap sangat membumi, khas Indonesia, dan menggoda selera.
Sebagian warganet juga melihat unggahan itu sebagai bentuk dukungan terhadap usaha kecil atau pedagang rumahan. Mereka menilai, ketika figur publik seperti Susi ikut memperlihatkan dan menikmati jajanan tradisional, dampaknya bisa membantu memperluas perhatian masyarakat terhadap produk lokal.
"Terimakasih ibu sudah ikut mempromosikan produk rumahan semoga lebih banyak yang memperhatikan jualan orang itu," komentar netizen.
Komentar lain juga menyoroti pentingnya kreativitas di tengah kondisi harga kebutuhan yang terus meningkat. "Semua harga barang serba naik, benar Bu semua harus kreatif menyesuaikan supaya tetap survive," kata netizen lainnya.
Ada pula warganet yang mencoba meluruskan istilah makanan yang disebut Susi. "Itu tempenya diparut bu. memang dibuat peyek tempe, persis seperti peyek kacang, peyek teri gitu bu," sahut netizen lain menjelaskan.
Respons ini menunjukkan bahwa unggahan sederhana tentang sarapan bisa memunculkan diskusi yang hangat. Tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang cara pengolahan, kreativitas pedagang, hingga dukungan terhadap kuliner lokal.
Tempe Jadi Bukti Kreativitas Kuliner Yang Tak Ada Habisnya
Tempe sendiri memang menjadi salah satu bahan makanan yang sangat fleksibel dalam dunia kuliner Indonesia. Selain murah dan mudah ditemukan, tempe bisa diolah dalam banyak bentuk, mulai dari yang paling sederhana hingga yang lebih modern.
Dalam artikel ini disebutkan bahwa kreasi tempe memang sangat beragam. Selain digoreng, ada keripik tempe sagu yang kriuk renyah, keripik tempe pedas, keripik tempe daun jeruk, tempe mendoan jumbo, cokelat tempe, dan lainnya.
Ragam inovasi tersebut memperlihatkan bahwa tempe bukan sekadar lauk sederhana, melainkan bahan pangan yang terus berkembang mengikuti kreativitas pembuatnya.
Hal yang sama juga tercermin dari menu sarapan yang dinikmati Susi Pudjiastuti. Sajian sederhana seperti serabi dan peyek tempe justru menjadi contoh bagaimana kuliner tradisional tetap bisa menarik perhatian jika diolah dengan sentuhan yang berbeda.
Pada akhirnya, sarapan favorit Susi Pudjiastuti ini menunjukkan bahwa makanan lezat tidak harus selalu mewah. Dari serabi gurih khas
Pangandaran hingga olahan tempe yang dibuat menyerupai peyek, semuanya membuktikan bahwa kesederhanaan justru bisa menghadirkan rasa yang paling berkesan.
Tak heran jika unggahan itu langsung membuat banyak orang ikut ngiler sekaligus kembali melirik kekayaan jajanan tradisional Indonesia.