JAKARTA - Menjelajahi kawasan Jakarta Selatan tak selalu harus identik dengan kafe modern atau restoran kekinian.
Di antara deretan tempat makan bergaya contemporary, terselip sebuah rumah makan sederhana yang justru menawarkan cita rasa tradisional yang kuat dan menggugah selera. Di sinilah Sop Buntut Cililin hadir sebagai alternatif kuliner yang mengandalkan kehangatan masakan rumahan dengan sentuhan autentik.
Terletak di Jalan Cililin, tempat makan ini mungkin tampak biasa dari luar. Bangunannya sederhana, menyerupai rumah kecil dengan banner mencolok berwarna kuning dan merah bertuliskan “Sop Buntut Cililin”.
Namun, justru kesederhanaan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta kuliner, termasuk tim detikFood yang menyempatkan diri mampir untuk makan siang.
Begitu memasuki area dalam, suasana homey langsung terasa. Tempat duduk yang tersedia memang tidak banyak, hanya cukup untuk sekitar 15 orang.
Meski begitu, tempat ini tetap ramai, terutama oleh para pekerja kantoran yang datang untuk menikmati sajian daging yang menggoda.
Awal Perjalanan Dan Latar Belakang Usaha Kuliner
Sop Buntut Cililin bukanlah usaha yang muncul tanpa pengalaman. Pemiliknya, ibu Kiki, telah lama berkecimpung di dunia kuliner. Ia memulai usaha serupa di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, sejak tahun 2007. Namun, perjalanan tersebut sempat terhenti karena ia harus fokus merawat suaminya yang sakit, ditambah kondisi bisnis yang tidak stabil.
Setelah melewati masa sulit, ibu Kiki kembali bangkit dengan membuka Sop Buntut Cililin pada tahun 2023. Semangatnya untuk kembali menghadirkan hidangan lezat tidak lepas dari latar belakang keluarga yang juga berkecimpung di dunia kuliner.
Beberapa usaha keluarga lainnya bahkan turut meramaikan kawasan Cililin, seperti Teppan.in dan jaringan kafe Langit Seduh.
Kisah ini menjadi bukti bahwa pengalaman dan kecintaan terhadap dunia masak dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun kembali usaha kuliner yang sempat terhenti.
Inspirasi Resep Dari Kenangan Masa Kecil
Menu yang disajikan di Sop Buntut Cililin tidak hadir begitu saja. Ibu Kiki mengaku bahwa sebagian besar resep terinspirasi dari masa kecilnya. Ia sering memperhatikan sang ibu memasak di dapur, mengamati setiap proses hingga akhirnya memahami cita rasa yang khas.
Dari pengalaman tersebut, ia mengembangkan berbagai menu berbasis daging yang kini menjadi andalan. Di tempat ini, pengunjung dapat menemukan tiga kategori utama, yaitu buntut, konro, dan iga.
Selain itu, tersedia juga soto Betawi serta sop daging yang melengkapi pilihan.
Harga yang ditawarkan pun masih tergolong terjangkau untuk ukuran hidangan daging. Menu sop daging dibanderol mulai dari Rp 50 ribu, sementara sop buntut dan sop iga sekitar Rp 75 ribu.
Untuk sop konro, harganya berkisar mulai Rp 90 ribu. Menariknya, harga tersebut sudah termasuk pajak, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir dengan biaya tambahan.
Cita Rasa Sop Buntut Yang Empuk Dan Gurih
Salah satu menu yang wajib dicoba adalah Sop Buntut Ori yang dibanderol Rp 75 ribu per porsi. Sajian ini terdiri dari sekitar tiga potong buntut berukuran besar yang tampak menggoda sejak pertama disajikan.
Kuahnya bening dengan aroma gurih yang langsung tercium. Taburan daun bawang memberikan sentuhan segar pada hidangan ini. Saat diseruput, rasa rempah seperti pala, merica, dan bawang terasa seimbang dan tidak berlebihan.
Keunggulan utama dari menu ini terletak pada tekstur dagingnya yang sangat empuk. Bahkan, daging buntut bisa dengan mudah terlepas dari tulangnya. Rahasia keempukan tersebut berasal dari penggunaan buntut impor yang dimasak dengan teknik presto.
Selain itu, kejernihan kuah juga menjadi nilai plus. Ibu Kiki mengungkapkan bahwa ia menggunakan teknik khusus dengan merebus tulang dan secara rutin membuang lemaknya, sehingga menghasilkan kuah yang ringan namun tetap kaya rasa.
Menu Andalan Lain Dengan Rasa Smokey Menggoda
Tidak hanya sop buntut, Sop Konro Bakar juga menjadi menu favorit yang patut dicoba. Dengan harga Rp 95 ribu, pengunjung akan mendapatkan dua potong iga dengan warna cokelat gelap hasil proses pembakaran.
Aroma smokey menjadi karakter utama dari hidangan ini. Dagingnya memang sedikit berserat, namun tetap empuk dan mudah dinikmati. Saat dicocol dengan saus kacang, rasa gurih berpadu dengan sentuhan “nutty” yang khas dan semakin memperkaya cita rasa.
Bagi pecinta pedas, Oseng Iga Cabe Mercon bisa menjadi pilihan menarik. Disajikan dalam mangkuk tanah liat, hidangan ini terdiri dari potongan iga yang dimasak dengan kecap manis, bawang bombai, dan cabai rawit. Rasa manis mendominasi di awal, namun sensasi pedas langsung terasa ketika cabai digigit.
Sebagai pelengkap, tersedia sambal hijau untuk hidangan kering dan sambal merah cair untuk menu berkuah. Kehadiran sambal ini semakin menyempurnakan pengalaman makan di sini.
Secara keseluruhan, Sop Buntut Cililin menawarkan pengalaman kuliner yang sederhana namun berkesan. Perpaduan antara resep tradisional, teknik memasak yang tepat, dan kualitas bahan membuat setiap hidangan terasa istimewa.
Bagi kamu yang sedang mencari makanan berkuah hangat dengan cita rasa autentik di Jakarta Selatan, tempat ini layak untuk masuk dalam daftar kunjungan berikutnya.