MBMA

Cadangan Nikel MBMA Naik Signifikan Dorong Hilirisasi Industri Baterai

Cadangan Nikel MBMA Naik Signifikan Dorong Hilirisasi Industri Baterai
Cadangan Nikel MBMA Naik Signifikan Dorong Hilirisasi Industri Baterai

JAKARTA - Di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap bahan baku kendaraan listrik, nikel menjadi salah satu komoditas strategis yang terus diburu.

Perusahaan tambang pun berlomba memperkuat cadangan dan sumber daya guna memastikan keberlanjutan bisnis di masa depan. Dalam konteks ini, kinerja terbaru PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi sorotan karena berhasil mencatat lonjakan signifikan pada cadangan nikel sepanjang 2025.

Kenaikan ini bukan sekadar angka, melainkan mencerminkan keberhasilan strategi eksplorasi serta pengelolaan aset yang dilakukan perseroan. 

Dengan fondasi cadangan yang semakin kuat, MBMA dinilai memiliki posisi yang lebih kokoh dalam mendukung rantai pasok industri baterai kendaraan listrik yang terus berkembang. Berikut ulasan lengkap terkait capaian tersebut.

Peningkatan Signifikan Cadangan Dan Sumber Daya Nikel

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), yang merupakan anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), melaporkan adanya peningkatan dalam Consolidated Mineral Resources and Ore Reserves pada 2025. Kinerja ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup mencolok dibandingkan tahun sebelumnya.

Total Ore Reserves di tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) tercatat meningkat menjadi 578,8 juta wet metric tonnes (wmt) atau setara dengan 358,2 juta dry metric tonnes. 

Kadar nikel pada cadangan tersebut berada di angka 1,23%, dengan total kandungan mencapai 4,4 juta ton nikel. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 48% secara tahunan.

Sementara itu, Mineral Resources SCM juga menunjukkan angka yang besar, yakni mencapai 1.549,3 juta wmt atau 958,9 juta dry tonnes dengan kandungan sekitar 11,8 juta ton nikel. 

Peningkatan ini menjadi indikasi bahwa potensi sumber daya yang dimiliki perusahaan masih sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Capaian ini mencerminkan keberhasilan eksplorasi lanjutan, pembaruan model geologi, serta optimalisasi perencanaan tambang yang dilakukan secara berkesinambungan oleh perusahaan.

Dukungan Terhadap Hilirisasi Dan Rantai Nilai Baterai

Kuatnya basis cadangan yang dimiliki MBMA memberikan kepastian pasokan bijih nikel dalam jangka panjang. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendukung operasional fasilitas pengolahan hilir yang dimiliki perseroan.

Beberapa fasilitas tersebut antara lain smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) serta fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL). Kedua fasilitas ini berperan penting dalam mengolah bijih nikel menjadi produk bernilai tambah yang digunakan dalam industri baterai kendaraan listrik.

Dengan adanya pasokan bahan baku yang terjamin, MBMA dapat menjalankan strategi integrasi bisnis secara lebih optimal. Integrasi ini mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari penambangan hingga pengolahan, sehingga meningkatkan efisiensi operasional serta fleksibilitas dalam menghadapi dinamika pasar.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri mineral di Indonesia, khususnya nikel yang menjadi komoditas unggulan dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Target Produksi Dan Strategi Operasional Tahun Mendatang

Memasuki tahun 2026, MBMA telah menetapkan target produksi yang cukup ambisius. Perseroan menargetkan produksi bijih saprolit berada di kisaran 8 hingga 10 juta wmt, sementara bijih limonit ditargetkan mencapai 20 hingga 25 juta wmt.

Selain itu, perusahaan juga berupaya mencapai swasembada bijih saprolit untuk kebutuhan pabrik peleburan RKEF. Target ini diharapkan dapat tercapai sepenuhnya pada 2026, sehingga perusahaan tidak lagi bergantung pada pasokan eksternal.

Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjaga stabilitas produksi. Dengan mengandalkan pasokan internal, MBMA dapat mengontrol kualitas bahan baku serta memastikan kontinuitas operasional.

Upaya tersebut juga memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan global, terutama di tengah meningkatnya permintaan nikel untuk industri energi bersih dan kendaraan listrik.

Komitmen Jangka Panjang Dan Keberlanjutan Bisnis

Presiden Direktur MBMA, Teddy Oetomo, menyampaikan bahwa peningkatan cadangan ini menjadi bukti kekuatan aset yang dimiliki perusahaan serta konsistensi dalam pelaksanaan strategi di lapangan.

“Dengan fondasi sumber daya yang semakin solid, kami berada pada posisi yang lebih kuat untuk menjaga keberlanjutan operasi dan menciptakan nilai jangka panjang,” katanya.

Ke depan, MBMA berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan eksplorasi serta konversi sumber daya menjadi cadangan. Langkah ini bertujuan untuk memperpanjang umur tambang sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dengan strategi yang terarah dan dukungan cadangan yang kuat, MBMA memiliki peluang besar untuk terus berkembang di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap nikel. Perusahaan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah melalui integrasi bisnis dan efisiensi operasional.

Capaian ini menjadi sinyal positif bagi industri pertambangan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok nikel dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index