JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai Rakornas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran daerah dalam ekonomi kreatif nasional.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dianggap fondasi utama untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru. Dengan sinergi yang kuat, potensi kreatif daerah dapat dioptimalkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Forum Koordinasi dan Sinergi Kebijakan
Rakornas 2026 menjadi forum strategis memperkuat sinergi kebijakan antara pusat dan daerah dalam implementasi program prioritas Indonesia Emas 2045.
Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan keberhasilan agenda strategis nasional. Hal ini mencakup berbagai bidang mulai dari ekonomi, investasi, energi, ketahanan pangan, hingga pembangunan sumber daya manusia.
Peran Kementerian Ekraf dalam Rakornas
Melalui partisipasi aktif, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas pemerintahan. Fokusnya adalah mendukung percepatan pembangunan nasional melalui ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan menuju Indonesia Emas 2045.
“Dengan semangat kolaborasi yang dibangun dalam Rakornas ini, kami optimistis subsektor ekonomi kreatif di berbagai wilayah dapat tumbuh lebih kompetitif dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Teuku Riefky.
Peserta dan Tema Rakornas
Rakornas mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Strategis Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” dan dibuka Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya persatuan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa Rakornas dihadiri 4.011 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah.
Sesi Bahasan dan Program Strategis
Rakornas membahas tiga sesi utama, meliputi kebijakan ekonomi, investasi, dan energi, serta program strategis presiden. Program tersebut mencakup koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, kampung nelayan Merah Putih, serta program makan bergizi gratis.
Selain itu, penguatan penegakan hukum juga menjadi bagian dari agenda untuk mendukung transformasi bangsa menuju negara maju dan modern melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).