JAKARTA - Nyeri sendi akibat asam urat bisa muncul tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Ketika gejala kambuh, tubuh terasa kaku, bergerak pun menjadi sulit, dan rasa sakit dapat bertahan berhari-hari.
Banyak orang mengandalkan obat medis untuk meredakan keluhan ini, namun beberapa bahan alami juga diyakini efektif membantu mengurangi nyeri dan inflamasi.
Asam urat merupakan zat sisa dari pemecahan purin yang terdapat pada makanan dan minuman. Normalnya, asam urat larut dalam darah, disaring oleh ginjal, lalu dikeluarkan melalui urine. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, asam urat menumpuk dan memicu peradangan pada persendian, sehingga menimbulkan rasa nyeri.
Selain pengobatan konvensional, penggunaan bahan alami kerap dijadikan alternatif untuk meredakan gejala.
Beberapa di antaranya mudah ditemukan di rumah atau pasar tradisional, dan memiliki sifat antiinflamasi serta mendukung fungsi ginjal agar asam urat lebih mudah dikeluarkan. Berikut bahan alami yang bisa dicoba.
Daun dan Sayuran yang Mendukung Kesehatan Sendi
Salah satu bahan alami yang populer adalah daun tempuyung. Tanaman liar ini banyak ditemukan di Indonesia.
Menurut Widisih Pudji Winarto dalam buku Daun Tempuyung: Tanaman Penghancur Batu Ginjal (2004), kandungan glikosida flavonoid dalam daun tempuyung dapat menghambat enzim ksantin oksidase sehingga produksi asam urat menurun.
Selain itu, natrium dan kalium pada daun tempuyung membantu mengikat asam urat agar lebih mudah dikeluarkan melalui urine.
Selain itu, sayuran seperti brokoli kaya akan fitonutrien dan sulforaphane yang bersifat antiinflamasi. Peradangan merupakan penyebab utama nyeri sendi pada penderita asam urat, sehingga konsumsi brokoli secara rutin dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan mendukung kesehatan persendian.
Rempah dan Bahan Dapur untuk Redakan Peradangan
Beberapa bahan dapur juga dapat menjadi solusi alami, salah satunya bawang putih. Kandungan quercetin pada bawang putih diketahui mampu mengurangi peradangan pada persendian, sekaligus mendukung fungsi ginjal dalam membuang kelebihan asam urat dari tubuh.
Tidak kalah bermanfaat, teh hijau kaya antioksidan yang membantu kerja ginjal lebih optimal. Dengan ginjal yang berfungsi baik, proses pembuangan asam urat berlebih dari tubuh menjadi lebih efektif, sehingga gejala nyeri sendi dapat berkurang.
Herbal Tradisional yang Mendukung Fungsi Ginjal
Beberapa herbal tradisional juga dipercaya membantu meredakan asam urat, meskipun penelitian ilmiah masih terbatas. Seledri dan daun jelatang termasuk di antaranya.
Ekstrak biji seledri kerap digunakan sebagai pengobatan rumahan, sementara daun jelatang dipercaya mendukung kesehatan ginjal yang berperan penting dalam mengontrol kadar asam urat.
Selain itu, daun mimba digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk meredakan nyeri asam urat dengan cara dioleskan pada area sendi. Sifat antiinflamasi pada daun mimba diyakini membantu mengurangi rasa sakit, meskipun bukti ilmiahnya masih perlu penelitian lebih lanjut.
Buah dan Buahan yang Membantu Redakan Gejala
Beberapa buah juga memiliki peran penting dalam meredakan gejala asam urat. Ceri misalnya, memiliki sifat antiinflamasi dan berpotensi menurunkan kadar asam urat. Konsumsi ceri secara rutin dapat membantu mengurangi frekuensi serangan nyeri.
Sementara itu, kurma kaya kalium yang mendukung fungsi ginjal. Dengan ginjal yang bekerja optimal, proses pembuangan asam urat dari tubuh menjadi lebih efektif, membantu mengurangi penumpukan kristal asam urat di persendian.
Dengan memanfaatkan bahan alami tersebut, penderita asam urat dapat meredakan gejala secara lebih nyaman di rumah. Namun, penting diingat bahwa penggunaan bahan alami sebaiknya dijadikan pendamping pengobatan medis, terutama bagi mereka yang sering mengalami serangan nyeri atau memiliki kondisi kesehatan khusus. Jika nyeri tidak kunjung membaik, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk penanganan lebih lanjut.
Selain membantu mengurangi nyeri, beberapa bahan alami ini juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk fungsi ginjal dan daya tahan tubuh.
Penggunaan rutin dapat menjadi langkah sederhana namun efektif dalam menjaga kualitas hidup penderita asam urat, tanpa bergantung sepenuhnya pada obat kimia.