2 Investor Lirik Proyek Tol Malang-Kepanjen Senilai Rp 10,4 Triliun

Jumat, 18 September 2026 | 15:11:11 WIB
Ilustrasi Proyek Tol Malang-Kepanjen.(Sumber:NET)

KEPANJEN - Kendati uji kelayakan atau feasibility study (FS) belum usai, proyek jalan tol Malang-Kepanjen mulai memikat perhatian investor. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mengungkapkan bahwa sudah ada 2 investor yang melalukan penjajakan guna memberikan pendanaan.

Sebagaimana diketahui, pembiayaan pembangunan tol Malang-Kepanjen akan menggunakan pola Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dengan demikian, dana proyek tidak lagi bergantung pada APBN maupun APBD, melainkan ditopang oleh sektor swasta.

Perkembangan terkini menunjukkan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) sedang menyusun FS serta rancangan awal (basic design). Kajian FS untuk jalur sepanjang 30 kilometer tersebut telah dimulai sejak 6 Mei lalu dan ditargetkan rampung pada Desember mendatang, sehingga proses pembebasan lahan serta fisik bangunan bisa dimulai tahun depan.

Pihak pemerintah juga tengah menghitung ulang besaran dana yang dibutuhkan, apakah tetap bernilai Rp 10,4 triliun seperti pada 2022 lalu atau berubah. Di samping itu, penetapan titik exit tol masih dipilah untuk menentukan lokasi mana yang paling prospektif secara ekonomi.

"Yang dirancang ini jalan tol yang memiliki dampak multiplier terhadap lingkungan sekitar. Membuat pusat keramaian dan ekonomi baru di sekitarnya,” ujar Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma kemarin.

Pria yang akrab disapa O’ong tersebut kemudian menerangkan ikhwal kedua calon pemodal tersebut.

“Sejauh ini yang sudah oke ada dua perusahaan. Satu bidang wisata, satu lagi perusahaan pengembang perumahan skala nasional,” katanya.

”Tapi ini masih one on one. Masih dipanggil investornya. Salah satunya di bidang konstruksi,” imbuh lulusan Universitas Brawijaya (UB) tersebut.

Usai para penanam modal terhimpun, konsorsium itu akan membentuk badan usaha yang nantinya terlibat langsung dalam skema pembiayaan KPBU proyek tersebut.

Di sisi lain, pihak DPUBM terus mendorong agar kehadiran tol Malang-Kepanjen membawa efek positif bagi kemajuan wilayah Malang selatan. Salah satu langkah yang diupayakan yakni menempatkan interchange agar berdekatan dengan akses Jalan Lintas Selatan (JLS) serta jalur Gondanglegi-Balekambang.

Terkini