SpaceX Uji Terbang Starship ke Orbit 22 September, Bawa 26 Satelit Starlink

Kamis, 17 September 2026 | 16:51:00 WIB

BERITAKINI.CO.ID — SpaceX menjadwalkan peluncuran roket Starship menuju orbit pada 22 September mendatang. Misi ini menjadi uji terbang ke-14 dan untuk pertama kalinya Starship benar-benar mengorbit Bumi, membawa 26 satelit Starlink V3. Keberhasilan misi ini menentukan langkah SpaceX menuju program Artemis NASA.

Peluncuran dijadwalkan berlangsung pukul 12.15 UTC jika seluruh persiapan berjalan lancar dan otoritas penerbangan memberi izin. Misi ini menargetkan Starship terbang selama sekitar 10 jam di antariksa, mengelilingi Bumi sebanyak enam kali pada ketinggian sekitar 275 kilometer.

Setelah menyelesaikan enam orbit, tim SpaceX akan memicu pembakaran deorbit menggunakan satu mesin Raptor. Roket kemudian diarahkan mendarat di Samudra Pasifik, sebelah barat Chile.

Pertaruhan Besar di Balik Uji Terbang Ke-14

Mencapai orbit bukan perkara mudah bagi Starship. Tim SpaceX hanya akan memerintahkan pembakaran akhir untuk masuk orbit jika redundansi perangkat keras dinilai cukup untuk melakukan pembakaran deorbit saat waktunya tiba.

Alasannya sederhana. Tidak ada yang ingin objek sebesar Starship mengalami masuk kembali ke atmosfer secara tak terkendali setelah orbitnya meluruh. Karena itu, keputusan masuk orbit bergantung pada kesiapan sistem, bukan sekadar target jadwal.

Super Heavy Booster akan dibuang ke Teluk Meksiko. SpaceX berharap kali ini booster dapat dikendalikan lebih baik dibanding uji terbang sebelumnya.

Perbaikan Setelah Booster Gagal Mendarat Mulus

Pada penerbangan ke-13, booster mengalami apa yang disebut SpaceX sebagai "hard splashdown". Dari 13 mesin yang direncanakan menyala ulang, hanya delapan yang berhasil.

Booster sebenarnya menggunakan seluruh 33 mesin untuk pembakaran boostback. Namun menurut SpaceX, "the three center engines showed signs of ice clogging which triggered an early end to the maneuver."

SpaceX lalu memperbaiki perangkat keras untuk meningkatkan penyaringan dan memperbarui perangkat lunak guna "enhance relight reliability". Pendekatan iteratif ini menjadi ciri khas program uji terbang perusahaan.

Perisai Panas Starship Didesain Ulang

Perubahan juga dilakukan pada perisai panas Starship. SpaceX menambahkan ubin melengkung untuk mengurangi panas di celah antarubin, sekaligus menambah mekanisme penahan pada area yang dinilai paling berisiko lepas saat pendakian.

Sepasang ubin hasil pemulihan dari uji terbang sebelumnya akan dipakai ulang. Jika Starship ingin benar-benar dapat digunakan berulang kali, ubin-ubin ini memang harus mampu terbang berkali-kali.

Mengapa Orbit Menjadi Langkah Krusial

Program uji Starship berjalan penuh dinamika. Sejumlah misi sukses secara spektakuler, beberapa booster bahkan berhasil ditangkap lengan menara peluncuran. Misi lain berakhir sebagai kegagalan yang tak kalah dramatis.

Kendaraan ini krusial bagi masa depan SpaceX. Starship mampu mengangkut muatan jauh lebih besar dibanding Falcon 9, andalan perusahaan selama ini.

Starship juga menjadi bagian penting program Artemis milik NASA. Untuk Artemis III yang direncanakan pada 2027, SpaceX diharapkan meluncurkan Starship dengan perangkat dok untuk varian bulan. Mencapai orbit karena itu menjadi langkah yang tidak bisa dilewati.

Terkini