JAKARTA - Makeup brush merupakan salah satu investasi penting dalam rutinitas makeup karena berperan besar dalam membantu menghasilkan riasan yang lebih rapi dan merata. Jika tahu cara merawat makeup brush dengan baik, makeup brush berkualitas bahkan dapat digunakan selama bertahun-tahun.
Sayangnya, masih banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari justru membuat makeup brush cepat rusak. Tidak hanya itu, beberapa kesalahan juga dapat memengaruhi hasil aplikasi makeup sekaligus kebersihan kulit wajah. Agar makeup brush tetap awet dan bekerja secara optimal, simak beberapa kebiasaan penyebab makeup brush rusak yang sebaiknya mulai dihindari seperti yang dilansir dari New Beauty berikut ini!
Tidak membersihkan kuas makeup secara rutin merupakan salah satu kesalahan yang paling umum dilakukan. Brandy Allen, seorang penata rias selebritas, menjelaskan bahwa kuas yang kotor dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri sehingga berisiko memicu jerawat, iritasi, dan memengaruhi hasil aplikasi makeup.
Untuk penggunaan pribadi, Allen menyarankan kuas yang digunakan untuk produk krim atau cair, seperti foundation dan concealer, dibersihkan seminggu sekali. Sementara itu, kuas untuk produk berbentuk bubuk cukup dibersihkan setiap 1 hingga 2 minggu, tergantung frekuensi pemakaiannya.
Bagi penata rias profesional, Allen menegaskan bahwa kuas harus dibersihkan dan disanitasi setiap selesai digunakan pada 1 klien untuk mencegah kontaminasi silang dan melindungi kesehatan kulit. Pembersih kuas yang cepat kering dapat digunakan untuk pembersihan singkat, tetapi pembersihan menyeluruh secara rutin tetap tidak boleh diabaikan.
Membersihkan kuas makeup dengan pembersih yang terlalu kuat, seperti sabun cuci piring yang sering direkomendasikan di TikTok, bukanlah pilihan terbaik. Bahan pembersih tersebut dapat merusak bulu kuas dan membuatnya lebih cepat kehilangan kualitas.
Jika kuas juga tidak dibilas hingga benar-benar bersih, residu pembersih masih bisa tertinggal pada bulunya. Oleh karena itu, Allen menyarankan penggunaan pembersih yang lembut dan bebas pewangi agar kuas tetap bersih sekaligus awet digunakan.
Menurut Allen, merendam seluruh bagian kuas ke dalam air merupakan kesalahan yang masih sering dilakukan saat membersihkan makeup brush. Air yang masuk ke bagian dasar tempat bulu kuas direkatkan dapat melemahkan daya rekat lem sehingga bulu kuas lebih mudah rontok seiring pemakaian.
Tak hanya itu, penggunaan air panas juga sebaiknya dihindari karena dapat merusak perekat sekaligus serat bulu kuas. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa membuat bentuk kuas berubah, performanya menurun, dan usia pakainya menjadi lebih pendek. Oleh karena itu, bersihkan hanya bagian bulu kuas dengan air bersuhu suam-suam kuku atau dingin agar kualitasnya tetap terjaga lebih lama.
Setelah membersihkan makeup brush, proses pengeringan juga perlu diperhatikan agar brush tetap awet. Menurut Allen, mengeringkan brush dalam posisi tegak dapat membuat air masuk ke bagian pangkal bulu dan menyebabkan bulu brush lebih cepat rontok.
Sebagai gantinya, Allen menyarankan untuk meletakkan brush secara mendatar di atas handuk bersih dengan bagian bulu sedikit menggantung di tepi meja. Cara ini membantu sirkulasi udara berjalan lebih baik sehingga brush tetap kering dan bentuknya terjaga. Selain itu, hindari mengeringkan brush menggunakan hair dryer atau meletakkannya di bawah sinar matahari langsung karena paparan panas berlebih dapat merusak kualitas bulunya.
Selain rutin membersihkan makeup brush, penting juga untuk mengetahui kapan alat tersebut sudah tidak layak digunakan. Allen menjelaskan bahwa brush perlu diganti ketika bentuknya mulai berubah atau bulu-bulunya banyak yang rontok.
Makeup brush yang masih dalam kondisi baik seharusnya tetap terasa lembut dan memiliki struktur yang rapi. Jika bulunya mulai terasa kasar, tidak rata, atau hasil aplikasi makeup menjadi kurang maksimal karena produk tidak lagi terambil dan tersebar dengan baik, itu bisa menjadi tanda bahwa brush sudah waktunya diganti.