Kementerian PU Siapkan 114 Pembangunan Infrastruktur pada 2026

Senin, 14 September 2026 | 14:20:46 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.(Sumber:NET)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum menangani berbagai pembangunan infrastruktur strategis di Provinsi Papua Pegunungan untuk meningkatkan konektivitas wilayah, pelayanan dasar, serta akses masyarakat terhadap pusat-pusat ekonomi dan pemerintahan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan jalan dan jembatan menjadi bagian penting dalam membuka keterhubungan antarkawasan di Tanah Papua. Infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan guna memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik.

“Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan, merupakan fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di Papua. Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta memperkuat integrasi wilayah di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan geografis,” kata Dody.

Menurut Dody, pembangunan infrastruktur di Papua Pegunungan sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemerataan pembangunan dan pengembangan wilayah Papua sebagai bagian dari pembangunan nasional yang inklusif.

Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian utama adalah Jembatan Gantung Logonoba di Kali Uwe, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya. Pihak balai teknis terkait telah melakukan survei untuk mengetahui kondisi kerusakan serta kebutuhan penanganannya.

“Ada jembatan gantung yang rusak di Kali Uwe, Distrik Wouma, dari BBPJN Papua-Papua Pegunungan sudah lakukan survei kerusakan,” ujar Pranoto.

Selain konektivitas, penyiapan kawasan pusat pemerintahan Papua Pegunungan juga terus dilakukan. Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan, yakni Gedung Gubernur, DPRD, dan MPRP, sebelumnya direncanakan pada 2024, tetapi pelaksanaannya tertunda karena kondisi sosial di lokasi.

Kajian kelayakan lokasi baru di Kabupaten Jayawijaya kini tengah dilakukan. Kajian tersebut menjadi dasar utama untuk menentukan titik lokasi yang memungkinkan bagi pembangunan kawasan pemerintahan tersebut.

Pada 2026, terdapat sekitar 114 kegiatan di Papua Pegunungan yang mencakup bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya.

Sejumlah kegiatan utama antara lain pengendalian banjir Sungai Wouma di Kota Wamena, peningkatan Jalan Pirime sepanjang 2,34 kilometer, pembangunan Jalan Towe Hitam–Oksibil II sepanjang 3,74 kilometer,pembangunan Jalan Oksibil–Iwur sepanjang 4,79 kilometer.

Program lainnya mencakup preservasi jalan dan penanganan tanggap darurat untuk mendukung aksesibilitas masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis serta kondisi infrastruktur yang beragam.

Di sisi lain, masih terdapat 22 paket kegiatan yang belum terlaksana. Paket tersebut terdiri atas tujuh paket Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat, 12 paket Bantuan Pemerintah melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah, serta tiga paket Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.

Terkini