Formalin pada Sayur Sawi: Kenali Ciri-cirinya Sebelum Membeli

Jumat, 04 September 2026 | 08:37:00 WIB

BERITAKINI.CO.ID — Kasus dugaan penyalahgunaan formaldehida atau formalin pada sawi oleh pedagang di Zhangjiakou, China, menjadi pengingat bahwa bahan pengawet berbahaya bisa menyasar produk segar. Ahli toksikologi RS Memorial Chang Gung, Taipei, Yen Tsung-hai, menegaskan bahwa penambahan formaldehida pada sayuran segar seperti sawi dan pakcoy adalah tindakan ilegal dan berbahaya.

Penting dipahami bahwa sayur yang bertahan lama tidak otomatis mengandung formalin. Kadar air rendah, kemasan kedap udara, dan penyimpanan yang tepat juga mampu memperpanjang kesegaran produk secara alami.

Apa Bahaya Formalin bagi Tubuh?

Formaldehida telah diklasifikasikan sebagai karsinogen Grup 1. Konsumsi tidak sengaja dapat mengiritasi saluran cerna dan memicu mual, muntah, serta sakit perut.

Paparan jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker nasofaring dan leukemia. Kelompok anak-anak, ibu hamil, dan penderita gangguan hati disebut lebih rentan terhadap dampak buruk bahan kimia ini.

Tantangannya, formaldehida sulit dideteksi pada kadar rendah. Bau menyengat yang khas baru tercium jelas pada konsentrasi tinggi, sementara pada jumlah kecil tidak mudah dikenali dari aroma atau penampilan.

Cara Memilah Sayuran yang Aman Dikonsumsi

Tsung-hai memberikan panduan praktis untuk menilai kualitas sayuran saat berbelanja di pasar atau supermarket.

Tahap awal yang bisa dilakukan adalah mencium aroma produk. Sayuran segar memiliki bau alami yang lembut. Aroma terlalu tajam atau menyengat sebaiknya dijadikan tanda peringatan.

Selanjutnya, periksa permukaan bekas potongan. Sayuran yang dipotong secara alami akan mengalami oksidasi dan berubah sedikit kekuningan seiring waktu. Sebaliknya, bekas potongan yang tampak sangat putih dan mulus patut dicurigai.

Perhatikan juga tekstur bagian dalam. Waspadai produk yang tampak sempurna di luar, tetapi terasa lembek atau busuk ketika disentuh bagian dalamnya.

Cara Mengolah untuk Mengurangi Residu Kimia

Jika ragu dengan kondisi sayuran yang dibeli, proses pencucian yang benar bisa menjadi langkah mitigasi.

Pisahkan daun dan bilas satu per satu di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa kotoran di permukaan. Perendaman dalam air bersih selama sekitar 40 menit juga dianjurkan karena banyak bahan pengawet bersifat larut dalam air.

Ketika memasak, gunakan panci terbuka tanpa tutup agar zat-zat kimia yang mudah menguap bisa terlepas. Tubuh sebenarnya mampu membuang sebagian formaldehida melalui pernapasan dan ginjal, namun tidak ada penawar khusus untuk zat ini. Pencegahan melalui pemilihan bahan dan pengolahan yang tepat tetap menjadi cara teraman.

Terkini