Polda Kalsel Siap Gandeng TNI AU dan AL untuk Distribusi Cairan Pemadam Karhutla

Jumat, 04 September 2026 | 01:22:00 WIB

BERITAKINI.CO.ID — Banjarbaru, Kalimantan Selatan — Inspektur Jenderal Rosyanto Yudha Hermawan, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, memastikan kerja sama lintas institusi ini diperlukan ketika produksi cairan inovasi ditingkatkan ke skala besar. Pengiriman bahan baku dari Jawa menjadi kendala logistik utama yang harus diantisipasi sejak awal.

"Jika nanti diproduksi dalam jumlah yang besar, tentu kita perlu bantuan TNI AU dan TNI AL untuk pengiriman bahan baku dari pulau Jawa ke Kalsel," kata Yudha di Banjarbaru, Kamis (18/9).

Racikan Bidlabfor dan Metode Suntik Gambut

Cairan tersebut merupakan hasil penelitian Bidang Laboratorium dan Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel. Formula berbasis surfaktan nabati ini dirancang ramah lingkungan dan memiliki kemampuan mendinginkan suhu tanah gambut terbakar secara drastis.

Efektivitasnya telah diuji langsung di lapangan. Titik-titik bara di dalam tanah yang sebelumnya kebal terhadap penyiraman air konvensional, padam total setelah aplikasi cairan ini.

Proses aplikasinya disebut metode suntik gambut. Campuran cairan dan air biasa ditampung di kolam bioflok, lalu diinjeksikan ke lapisan tanah melalui pipa khusus sepanjang dua meter yang dirancang sang kapolda.

Untuk memastikan hasilnya, Polda Kalsel menerbangkan drone thermal guna mengukur suhu permukaan tanah sebelum dan sesudah penyuntikan. Data menunjukkan penurunan suhu berlangsung signifikan dan bara di kedalaman gambut benar-benar mati.

Uji Coba di Banjarbaru dan Dampak Pengurangan Asap

Uji coba lapangan pertama dilakukan di dua titik rawan di Kota Banjarbaru: Jalan Sempati Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, serta kawasan Pengayuan di Kelurahan Landasan Ulin Selatan. Di lokasi-lokasi inilah pijaran api di bawah permukaan kerap memicu munculnya asap tebal.

"Hasilnya suhu tanah signifikan turun jadi dingin dalam waktu cepat dan bara api dalam gambut benar-benar padam," jelas kapolda.

Asap di kedua lokasi tersebut dilaporkan berkurang drastis setelah bara di lapisan bawah tanah tuntas dipadamkan. Petugas pemadam kini hanya berkonsentrasi menangani api yang membakar vegetasi di permukaan.

Inovasi ini menjadi alternatif pemecahan masalah karhutla yang kerap kali gagal ditangani metode konvensional. Air yang disiram dari atas tidak mampu menembus lapisan gambut, sedangkan bara di bawah tanah bisa bertahan berminggu-minggu dan memantik api baru kapan saja.

Terkini