Harga Emas Antam Anjlok Rp 48.000 per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:06:00 WIB

BERITAKINI.CO.ID — Melemahnya harga emas Antam pada akhir pekan ini memperpanjang tren koreksi setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di Rp 3.168.000 per gram pada Januari 2026 lalu. Saat ini, selisih antara harga jual dan harga buyback mencapai Rp 147.000 per gram, mencerminkan biaya premium dan margin yang diterapkan Antam.

Bagi masyarakat yang berencana menjual emas batangan koleksinya, harga buyback yang dipatok Rp 2.523.000 per gram menjadi acuan utama. Angka ini adalah nominal bersih yang akan diterima penjual, berbeda dengan harga jual yang dibanderol Antam kepada konsumen.

Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Antam menyesuaikan seluruh harga jual untuk berbagai ukuran berat. Berikut rincian lengkap harga emas batangan yang berlaku Sabtu ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.385.000
  • 1 gram: Rp 2.670.000
  • 2 gram: Rp 5.290.000
  • 3 gram: Rp 7.917.000
  • 5 gram: Rp 13.165.000
  • 10 gram: Rp 26.250.000
  • 25 gram: Rp 65.460.000
  • 50 gram: Rp 130.755.000
  • 100 gram: Rp 261.360.000

Untuk ukuran besar, Antam memberlakukan sistem pre-order. Harga emas 250 gram dipatok Rp 653.090.000, ukuran 500 gram senilai Rp 1.305.900.000, dan 1.000 gram dibanderol Rp 2.610.600.000.

Tekanan dari Sikap Hawkish The Fed

Pelemahan ini sejalan dengan koreksi harga emas dunia yang turun 2,75% ke US$ 4.474,45 per ons pada Jumat (28/8/2026). Pemicu utamanya adalah pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang menegaskan bahwa inflasi belum melambat signifikan dan bank sentral AS masih memiliki pekerjaan rumah.

"Harga emas terpukul keras setelah Ketua Warsh menegaskan bahwa inflasi tidak melambat secara signifikan dan The Fed masih memiliki 'pekerjaan yang harus diselesaikan.' Meskipun pendekatannya mungkin kembali berupa 'bicara lantang namun bertindak terbatas', hal ini membuat pasar menilai hasil pertemuan September sebagai situasi yang tidak pasti, layaknya melempar koin," ujar analis independen Tai Wong.

Pernyataan tersebut langsung mengubah ekspektasi pelaku pasar. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga AS pada September melonjak dari 36% menjadi 56%. Peluang kenaikan pada Desember bahkan mencapai 80%.

Dolar AS Menguat, Emas Kian Tertekan

Kenaikan ekspektasi suku bunga membuat indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari satu pekan. Penguatan dolar ini menjadi pukulan ganda bagi emas karena membuat logam mulia semakin mahal bagi pemegang mata uang lain. Sebelumnya, emas sempat menyentuh level tertinggi tiga bulan di US$ 4.696,18 per ons pada Selasa, didorong langkah Departemen Keuangan AS yang mengumumkan dukungan untuk obligasi berdurasi panjang.

Investasi emas memang cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga tinggi karena aset ini tidak memberikan imbal hasil atau yield. Kondisi ini membuat pelaku pasar beralih ke instrumen berbunga seperti obligasi pemerintah AS.

Fluktuasi harga emas Antam yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat bahwa investasi logam mulia tetap sensitif terhadap dinamika ekonomi global, terutama kebijakan moneter bank sentral utama dunia.

Terkini