BERITAKINI.CO.ID — Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di Amerika Serikat. Seorang menteri pemerintah Uganda yang dikutip media setempat menyebutkan, raja ke-13 dari kerajaan yang berdiri pada awal abad ke-19 itu sempat sakit parah sebelum akhirnya wafat.
Pengumuman duka disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Tooro, Calvin Armstrong Rwomiire Akiiki. Ia menyebut kepergian sang raja sebagai "kehilangan yang tak terhingga" bagi keluarga kerajaan dan seluruh rakyat Tooro yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa.
Takhta di Usia 3 Tahun, Rekor Dunia yang Bertahan Hampir Tiga Dekade
Nama Oyo Nyimba melesat ke panggung internasional pada 1995. Saat itu, bocah berusia tiga tahun ini resmi dinobatkan sebagai Raja Tooro menggantikan ayahnya yang wafat. Gelarnya tercatat dalam Guinness World Records sebagai raja yang sedang bertakhta dan termuda di dunia, sebuah rekor yang melekat selama hampir 30 tahun masa pemerintahannya.
Meski menyandang status bangsawan tertinggi di wilayahnya, kekuasaan Oyo tidak bersifat politik. Ia memimpin kerajaan tradisional yang tetap eksis di tengah sistem pemerintahan modern Uganda yang dipimpin presiden dan parlemen hasil pemilihan umum.
Pengaruh Budaya di Tengah Sistem Politik Modern
Keberadaan Kerajaan Tooro dan kerajaan tradisional lainnya di Uganda merupakan warisan sejarah yang tetap hidup. Institusi ini tidak lagi memiliki kekuasaan formal dalam struktur negara, namun pengaruhnya terhadap identitas budaya dan sosial masyarakat setempat masih signifikan.
Oyo Nyimba memimpin wilayah yang kaya akan tradisi dan menjadi simbol pemersatu bagi rakyat Tooro. Sepanjang masa pemerintahannya, ia dikenal sebagai sosok yang menjaga adat istiadat sekaligus berupaya membawa kerajaan tetap relevan di era kontemporer.
Hingga berita ini diturunkan, Kerajaan Tooro belum mengumumkan rencana suksesi dan prosesi pemakaman. Publik menantikan kepastian mengenai penerus takhta serta tata cara pemakaman yang akan mengikuti adat kerajaan yang telah berlangsung berabad-abad.