Dukung Konektivitas DIY, Tol Jogja-Solo Akses Bokoharjo Dikebut

Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:34:08 WIB
Didukung Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jasa Marga Percepat Pengembangan Akses Bokoharjo Tol Jogja-Solo untuk Dukung Konektivitas DIY.(Sumber:NET)

YOGYAKARTA PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) terus menggenjot penyelesaian proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo (Jogja–Solo), khususnya pengerjaan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani.

Upaya percepatan proyek strategis tersebut meraih dukungan penuh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kala menerima audiens jajaran Direksi Jasa Marga di Keraton Yogyakarta pada Kamis (6/8).

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, memaparkan bahwa pengembangan Akses Bokoharjo dilakukan guna mencegah penumpukan arus kendaraan di Jalan Adisutjipto serta meningkatkan integrasi transportasi menuju kawasan selatan DIY layaknya Bantul dan Gunungkidul.

"Alhamdulillah kami diterima Bapak Gubernur DIY untuk melaporkan progres pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Jogja-Bawen, termasuk percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani. Pengembangan akses ini kami lakukan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul dan sekitarnya. Kami menargetkan akses ini dapat dipersiapkan untuk beroperasi fungsional dalam mendukung kelancaran arus Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027," ujar Rivan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif perkembangan proyek itu seraya menggarisbawahi pentingnya mempertahankan mutu konstruksi jalan tol.

"Dari Jasa Marga menyampaikan laporan kemajuan pembangunan tol yang diharapkan bisa dipercepat, termasuk pembebasan lahan. Laporan sejauh ini tidak ada masalah. Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat," tegas Sri Sultan.

Menurut catatan data per 24 Juni 2026, realisasi fisik Jalan Tol Jogja–Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 km sudah menyentuh 92,54%, sedangkan ketersediaan lahan Akses Bokoharjo per 1 Juli 2026 telah berada di angka 99,38%.

Tak sekadar mengurai titik macet, Akses Bokoharjo yang tersambung dengan jalur alternatif Prambanan–Gading diperkirakan menjadi gerbang utama menuju tempat wisata ternama layaknya Candi Prambanan, Istana Ratu Boko, hingga Tebing Breksi.

"Akses ini akan menjadi gerbang utama yang mempermudah mobilitas wisatawan menuju klaster destinasi favorit seperti Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, hingga Tebing Breksi. Kami berharap kehadiran akses ini dapat menjadi pintu masuk tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, sehingga sektor pariwisata Yogyakarta dan Gunungkidul berkembang secara berkelanjutan," tambah Rivan.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih ikut mengapresiasi percepatan konektivitas tersebut lantaran memudahkan pelancong menuju wilayah selatan tanpa mesti melintasi kepadatan area pusat Kota Yogyakarta.

"Kami berharap konektivitas ini tidak berhenti di Bokoharjo, tetapi terus terhubung hingga Kabupaten Gunungkidul. Dengan akses yang semakin baik, wisatawan dapat menjangkau destinasi unggulan kami lebih cepat tanpa harus melewati kepadatan di pusat Kota Yogyakarta. Ini tentu berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," pungkas Endah.

Terkini