Pangeran Arab Meninggal di London Akibat Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:29:31 WIB
Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud.(Sumber:NET)

JAKARTA - Nasib tragis dialami oleh pangeran asal Arab Saudi yang berusia 29 tahun, Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud.

Ia ditemukan meninggal di kamar Hotel Marriott Kensington, London, Inggris, akibat henti jantung usai mengonsumsi campuran alkohol dan narkoba secara berlebihan.

Sebelum ditemukan meninggal dunia pada 25 November 2025, sang pangeran rupanya sempat berjuang melawan ketergantungan zat berbahaya.Ia bahkan pernah masuk fasilitas rehabilitasi untuk menjalani program detoksifikasi demi mengatasi kecanduan alkohol dan obat resep yang dialaminya.

Pangeran Abdullah sempat dirawat di Klinik Priory di Roehampton pada Agustus 2025.Menurut penuturan konsultan psikiater Dr Victoria Chamorro, pangeran merespons perawatan dengan sangat baik dan berhasil menyelesaikan program detoks fisik tanpa komplikasi.

"Ia menunjukkan respons positif selama intervensi dan menyelesaikan program detoksifikasi. Ketika meninggalkan klinik, tim medis tidak melihat adanya indikasi atau risiko bunuh diri," ungkap Dr Victoria dalam persidangan.

Usai dari Roehampton, ia juga sempat melanjutkan perawatan di Klinik Rainford Hall di Merseyside hingga Oktober 2025, sebelum akhirnya dinyatakan membaik dan dipulangkan.

Namun sayang, perjuangan tersebut runtuh ketika ia bertolak ke London pada 19 November 2025 untuk kunjungan singkat.

Seorang petugas kebersihan hotel menemukan sang pangeran sudah tak bernyawa di lantai kamar mandi, dengan pakaian lengkap.

Laporan hasil otopsi dan toksikologi mengungkap fakta mengerikan.Kadar alkohol di dalam darahnya mencapai 222 mg per 100 ml.Angka tersebut hampir tiga kali lipat dari batas aman legal mengemudi di Inggris, yang berpotensi memicu koma.

Tak hanya alkohol, tim medis juga menemukan campuran zat berbahaya lain di dalam tubuhnya, seperti Gamma-hydroxybutyrate (GHB) yang merupakan jenis obat penenang atau narkoba pesta berisiko tinggi dalam kadar berbahaya, Xanax atau obat resep penenang golongan benzodiazepin, serta jejak zat kanabinoid dari ganja.

Interaksi mematikan antara alkohol konsentrasi tinggi, GHB, dan obat penenang inilah yang memicu henti jantung mendadak hingga merenggut nyawanya.

Asisten Koroner Jean Harkin menegaskan bahwa kematian Pangeran Abdullah murni disebabkan oleh kecelakaan akibat keracunan gabungan berbagai jenis obat.Tidak ditemukan indikasi bunuh diri, surat wasiat, maupun keterlibatan orang lain di kamar hotel tersebut.

Kabar duka ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Istana Kerajaan Saudi, di mana prosesi salat jenazah digelar di Masjid VIP Imam Turki bin Abdullah, Riyadh.

Penyalahgunaan obat penenang yang dicampur dengan alkohol dan zat ilegal merupakan kombinasi yang sangat berbahaya bagi sistem saraf pusat dan jantung, sebab dapat menekan pernapasan hingga memicu henti jantung secara mendadak.

Terkini